Mancanegara

Serangan di Kabul, Gerilyawan Taliban Menyamar Tentara Afghanistan

NUSANTARANEWS.CO, Kabul – Gerilyawan Taliban tampaknya semakin beringas dan nekat melakukan perlawanan terhadap pasukan pemerintah Afghanistan dan ribuan tentara Amerika Serikat yang ditugaskan di negara tersebut. Hal ini dibuktikan dengan adanya sebuah serangan mendadak di Hotel Interconinental di Kabul pada Sabtu (20/1) malam waktu setempat.

Setidaknya 5 orang tewas dan 6 lainnya luka-luka akibat serangan mendadak di Hotel Interconinental, Kabul. Sementara 153 orang, termasuk 41 orang asing telah dievakuasi. Taliban diketahui mengklaim serangan mematikan tersebut.

Perang gerilya yang diperagakan Taliban di Afghanistan membuat pertempuran yang berlangsung selama 16 tahun terakhir tak kunjung padam. Taliban bahkan disebut-sebut semakin beringas dan kuat.

Kuatnya posisi Taliban membuat AS sempat berpikir untuk mengajak berdialog membahas perdamaian. AS tentu sudah menghitung kerugian material yang ditanggung mereka selama 16 tahun terakhir menempatkan tentara dan alat militernya di Afghanistan.

Baca Juga:  Bulgaria Turut Melatih Ribuan Tentara Ukraina Untuk Melawan Rusia

Namun, pertengahan tahun 2017 lalu Washington mengurungkan niatnya untuk membawa Taliban ke meja perdamaian. Malah, AS kembali mengerahkan pasukannya sekitar 3.000 tentara untuk membantu operasi melawan Taliban. Ke depan, diperkirakan tentara AS di Afghanistan akan mencapai angka 15.000 orang, yang dilengkapi dengan peralatan perang skala penuh.

AS juga menganggarkan 700 miliar dolar untuk pertahanan dan membantu pasukan AS di sejumlah negara, terutama di Afghanistan.

Menurut seorang pejabat AS dan Afghanistan yang menolak disebutkan namanya, kepada Reuters mengungkapkan bahwa warga AS terbunuh dan terluka dalam serangan di Hotel Intercontinental di Kabul. “Kami dapat memastikan bahwa ada korban jiwa dan luka-luka dari warga AS,” kata pejabat tersebut.

Dalam serangan tak terduga ini, gerilyawan Taliban dikatakan menyamar dengan berpakaian seperti tentara Angkatan Darat Afghanistan. Mereka datang ke hotel dan melepaskan tembakan ke arah tamu dan anggota staf yang tengah mengadakan sebuah pertemuan. Selain itu, gerilyawan Taliban itu juga menawan puluhan orang.

Baca Juga:  Kata Pakar Militer: AS dan Inggris Kemungkinan Besar Penyabot Nord Stream

Serangan mendadak ini menyebabkan kebuntuan selama 12 jam. Polisi Afghanistan sulit untuk melakukan penyerangan dan penyelamatan. Namun, akhirnya para gerilyawan itu berhasil dilumpuhkan dan sandera berhasil dibebaskan.

Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan sebanyak 18 orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk 14 orang asing dan 6 warga Ukraina. (red)

Editor: Eriec Dieda

Related Posts

1 of 7