Connect with us

Berita Utama

Menunggu Perang Saudara di Afghanistan Pasca Penarikan Pasukan Amerika?

Published

on

Menunggu Perang Saudara di Afghanistan Pasca Penarikan Pasukan Amerika?

Menunggu Perang Saudara di Afghanistan pasca penarikan pasukan Amerika?/Foto: Ariana News

NUSANTARANEWS.CO, Kabul – Menunggu Perang Saudara di Afghanistan. Amerika Serikat (AS) dan NATO secara resmi mulai menarik diri dari negara itu sejak bulan Mei – pasca kesepakatan dengan Taliban terkait penarikan pasukan asing dari Afghanistan. Penarikan pasukan asing merupakan syarat utama dari Taliban untuk memulai pembicaraan di tas meja.

AS dilaporkan telah menyerahkan sebagian besar senjata kepada Pasukan Keamanan Pertahanan Nasional Afghanistan (ANDSF) sebagai upaya untuk menjaga integritas wilayah negara itu, kata Hamdullah Mohib penasihat keamanan nasional presiden Afghanistan, lapor Sputnik.

“Kami akan menggunakannya saat membela rakyat Afghanistan dan integritas teritorial Afghanistan”, kata Mohib yang menolak untuk memberikan rincian peralatan apa yang ditinggalkan pasukan AS.

Ditambahkan oleh penasihat itu bahwa, sebagian besar pasukan AS telah pergi, dan menyisakan sejumlah tentara yang terlibat dalam pelatihan dan penasihat keamanan, sambungnya.

Pada saat yang sama, penasihat keamanan itu juga mengaku sedang melihat respon dari gerilyawan Taliban. “Sayangnya, belum terlihat antusiasme atau upaya itikad baik dari Taliban untuk pembicaraan damai,” ujarnya.

“Taliban sejauh ini telah menggunakan kekosongan pasukan AS dan pasukan internasional lainnya mundur dengan melancarkan serangan mendadak. Itu mengejutkan, karena kami mengharapkan perdamaian, bukan perang,” jelasnya.

Seperti diketahui, dalam beberapa minggu terakhir, Taliban telah mengintensifkan serangannya di tengah penarikan bertahap pasukan internasional.

Penarikan pasukan dari Bandar Udara Bagram akan menjadi indikasi bahwa AS telah menyelesaikan penarikan pasukan sebelum tenggat waktu yagn diberikan Presiden Joe Biden – meski terjadi lonjakan serangan Taliban terhadap pasukan pemerintah Afghanistan.

Selanjutnya ANDSF akan melindungi pangkalan itu dan menggunakannya untuk melindungi integritas negara.

Baca Juga:  Gerakan 212 dan Konstitusi Religius

Sebagai catatan, Bandara Bagram telah digunakan oleh Rusia selama perang Soviet-Afghanistan pada 1979-1989. Dan pada puncak kehadiran militer AS pada 2012, pangkalan itu telah digunakan oleh lebih dari 100.000 tentara. Bandara itu telah berubah menjadi kota benteng dengan toko-toko, gerai makanan cepat saji gaya Amerika, dan tempat olahraga.

Selain itu, pangkalan juga berfungsi sebagai pusat penahanan bagi tersangka yang terkenal dengan penyiksaannya.

Taliban dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat menyambut kepergian AS dari Bagram sebagai “langkah positif,” dan menambahkan bahwa mereka sedang menunggu penarikan penuh semua tentara asing dari tanah Afghanistan.

Pasca penarikan pasukan asing sesuai dengan kesepakatan bersejarah yang ditandatangani oleh Washington dan Taliban pada Februari tahun lalu, AS akan tetap menempatkan sekitar 650 prajuritnya di Afghanistan untuk melindungi Kedutaan Besar di Kabul dan bandara kota.

Baru-baru ini, Taliban telah melancarkan serangan dan merebut beberapa lusin distrik serta banyak lahan di dekat pangkalan Bagram dalam dua hari terakhir, menurut sumber-sumber lokal.

Kekerasan yang berlanjut berisiko menimbulkan perang saudara (sesuai rencana) di Afghanistan, kata komandan tertinggi AS di Afghanistan, Jenderal Austin S. Miller, dalam konferensi terakhirnya di Kabul awal pekan ini. (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler