Connect with us

Berita Utama

Negara Donor Siapkan Lebih Dari US$1 Miliar Bagi Afghanistan

Published

on

Negara donor siapkan lebih dari US$1 miliar bagi Afghanistan.

Negara donor siapkan lebih dari US$1 miliar bagi Afghanistan/Foto: Euronews

NUSANTARANEWS.CO, Jenewa – Negara donor siapkan lebih dari US$1 miliar bagi Afghanistan. PBB pada hari Senin (13/9) telah mengadakan konferensi mengenai bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan di Jenewa. Dalam konferensi tersebut, negara-negara yang berpartisipasi secara bersama telah menjanjikan bantuan total lebih dari 1 miliar dolar.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa rakyat Afganistan kini sedang menghadapi “periode yang mungkin paling berbahaya bagi mereka” setelah perang dan penderitaan selama puluhan tahun.

Guterres mengatakan, “Konferensi ini bukan hanya mengenai apa yang kita berikan kepada rakyat Afganistan. Ini adalah mengenai kewajiban kita.”

Pada kesempatan itu, Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filippo Grandi secara daring dari Kabul menyampaikan kepada para peserta konferensi mengenai kemungkinan terjadinya “pengungsian yang jauh lebih besar” oleh rakyat Afganistan. Menurutnya, hal itu dapat segera terjadi.

Dalam pertemuan tersebut, Amerika Serikat (AS) telah menjanjikan hampir 64 juta dolar bantuan kemanusiaan tambahan – sambil mengutarakan kekhawatiran mengenai kekuasaan Taliban atas Afganistan.

Selain AS, Jepang Jepang juga mengumumkan bahwa pihaknya siap menyediakan 65 juta dolar bantuan tambahan pula.

Sementara delegasi dari Cina mengatakan bahwa komunitas internasional dapat memainkan peran dalam rekonstruksi damai Afghanistan dengan menghormati kedaulatan negara itu. Beijing pun berjanji akan mengirimkan makanan, vaksin, dan pasokan lainnya senilai 31 juta dolar.

Program Pangan Dunia mengatakan bahwa 14 juta orang berada di ambang kelaparan. PBB juga menyampaikan bahwa persediaan makanan di Afghanistan bisa habis pada akhir bulan ini.

Sekjen PBB juga menegaskan bahwa tidak mungkin memberikan bantuan kemanusiaan di Afghanistan tanpa melibatkan Taliban yang merupakan otoritas de facto, kata Guterres kepada wartawan di sela-sela konferensi, seraya menambahkan bahwa “sangat penting untuk terlibat dengan Taliban pada saat ini”. (Banyu)

Baca Juga:  Demokrat Abdya Bertekad Menangkan Romi Syah Putra Sebagai Bupati

Loading...
Advertisement

Terbaru

Advertisement

Terpopuler