Connect with us

Mancanegara

Presiden Donald Trump Tarik Pasukan AS dan Tempatkan Intelijen di Afghanistan

Published

on

Tentara dari Satuan Tugas Stalwart, yang terdiri atas tentara dari Batalyon 1, Resimen Infantri ke-41, Tim Tempur Brigade Kedua, Divisi Infanteri ke-4, berpose untuk foto kelompok di Afghanistan, 28 Maret 2018. (Foto: Sertu Jasmine L. Flowers)

Tentara dari Satuan Tugas Stalwart, yang terdiri atas tentara dari Batalyon 1, Resimen Infantri ke-41, Tim Tempur Brigade Kedua, Divisi Infanteri ke-4, berpose untuk foto kelompok di Afghanistan, 28 Maret 2018. (Foto: Sertu Jasmine L. Flowers)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Presiden Donald Trump ingin menarik pasukan AS dari Afghanistan tetapi berencana menempatkan kehadiran intelijen di negara tersebut. Sedikitnya ada 14 ribu pasukan AS yang bercokol di Afghanistan sejak perang pada 2001 silam.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News Channel, Presiden Trump mengungkapkan keinginannya menempatkan intelijen AS di Afghanistan sebagai bagian dari skenario rencana penarikan pasukan dari negara tersebut.

“Kami akan menempatkan intelijen yang sangat kuat, bahkan jauh kuat dari biasanya anda pikirkan,” ujar Trump, sembari menyebut Harvard of Terrorists.

Baca juga: Beredar Isu Blackwater Bakal Gantikan Pasukan Militer AS di Suriah dan Afghanistan

Baca juga: Tawaran Perdamaian di Afghanistan di Bawah Tekanan AS

Loading...

Dalam kesempatan itu, Presiden Trump juga terang-teranganya ingin menarik pasukan AS yang telah ditempatkan di Afghanistan sejak 2001 silam. “Saya ingin menarik mereka (Pasukan AS),” tegasnya.

Hanya saja, Trump mengaku masih mempertimbangkan skenario terbaik dari rencananya tersebut, apalagi sebagian penasihat militer AS menginginkan pasukan Negeri Paman Sam tetap bertahan dan melawan militan di Afghanistan ketimbang menarik pasukan pulang.

Sekadar tambahan, Trump akan memulai pertemuan di Qatar pekan depan dalam rangka membahas langkah maju politik AS di Timur Tengah, khususnya terkait rencana kesepakatan damai dengan Taliban yang ditargetkan rampung dalam tiga bulan.

(fx/ed)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler