Mancanegara

Serangan Mematikan di Kabul Pertegas Rencana AS Kirim 1.000 Pasukan Lagi ke Afghanistan

NUSANTARANEWS.CO – Insiden penyerangan di Hotel Interconinental di Kabul pada Sabtu (20/1) malam waktu setempat akan menjadi sinyal kuat Amerika Serikat kembali mengerahkan pasukannya ke Afghanistan pada musim semi mendatang.

AS setidaknya telah menempatkan sekitar 14 ribu pasukannya di Afghanistan demi mendukung operasi baru melawan Taliban setelah gagal dalam perang 16 tahun terakhir. Tak hanya itu, Washington juga menggelontorkan anggaran tak sedikit demi proyek geopolitiknya tersebut di Timur Tengah, khususnya di Afghanistan.

Setidaknya 5 orang tewas dan 6 lainnya luka-luka akibat serangan mendadak di Hotel Interconinental, Kabul. Sementara 153 orang, termasuk 41 orang asing telah dievakuasi. Taliban diketahui mengklaim serangan mematikan tersebut.

Di pihak lain, Washington Post melaporkan Menteri Pertahanan AS James Mattis memang masih belum menandatangani rencana pengiriman kembali 1.000 pasukan ke Afghanistan. Namun, rencana tersebut dipastikan bakal dilakukan agar pasukan AS benar-benar mampu menyudahi perlawanan Taliban yang terus kuat sejak 16 tahun terakhir. Presiden Donald Trump sendiri diketahui menargetkan operasi baru AS di Afghanistan mutlak berhasil karena jumlah pasukan dan peralatan militer yang disediakan sudah teramat lengkap.

Baca Juga:  Menunggu Keampuhan Rudal Patriot di Medan Pertempuran Ukraina

AS sudah bercokol di Afghanistan sejak Oktober 2001 silam. Selama perang, sedikitnya tercatat sudah sekitar 2.35 ribu tentara AS terbunuh dan lebih dari 20 ribu tentara terluka. Di musim semi mendatang, diperkirakan AS akan menempatkan sedikitnya 15 ribu tentaranya di negara yang terus dilanda perang tersebut. (red)

Editor: Eriec Dieda

Related Posts

1 of 7