Connect with us

Politik

Hashim Djojohadikusumo: Kami Yakin Jokowi Jatuh

Published

on

Hashim Djojohadikusumo di sela pertemuan dengan sejumlah media asing. (FOTO: Antaranews)

Hashim Djojohadikusumo di sela pertemuan dengan sejumlah media asing. (FOTO: Antaranews)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo berpandangan bahwa Joko Widodo sebagai salah satu Calon Presiden akan kalah pada kontestasi Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Pasalnya, kata Hasyim, dalam waktu yang tersisa Calon Presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uni selaku penantang petahana, dalam waktu yang tersisa bisa menaikkan elektabilitasnnya hingga mengalahkan petahana.

Baca Juga:

“Kami yakin Jokowi jatuh. Kenapa sekarang dia masih unggul? Jokowi adalah pria yang disukai. Saya suka dia. Saya yang sponsor untuk dia datang ke Jakarta (maju di Pilgub DKI 2012),” kata Hashim dalam pertemuan dengan sejumlah media asing di Media Center Prabowo-Sandi, di Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (19/10/2018).

“Dia orang yang baik. Tapi bukan pemimpin yang baik,” imbuhnya.

Loading...

Di samping itu, Hashim sendiri mengaku tidak percaya dengan hasil survei yang dirilis sejumlah lembaga survei. Ia menyebut elektabilitas antara Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf saat ini hanya selisih 6-8 persen, bukan 20 persen seperti yang dirilis sejumlah lembaga. “Saya tidak percaya semua survei itu. Itu semua salah,” ungkapnya.

Ketika perwakilan dari kantor berita Perancis AFP bertanya perihal strategi untuk mengejar elektabilitas Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hashim mengingatkan fenomena yang terjadi di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Saat itu, kata dia, semua survei memprediksi calon petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat akan menang di putaran pertama karena meraih lebih dari 50 persen. “Semuanya salah, jauh,” kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.

Baca Juga:  Jelang Natal, Satgas Pamtas Yonmek 521/DY Berbagi Kasih di Papua

Kenyataannya, urai Hashim, di putaran pertama, pasangan Basuki-Djarot unggul, tetapi hanya meraih 42,99 persen. Namun, di putaran kedua, pasangan petahana itu akhirnya kalah dari pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Gerindra.

“Lembaga Survei yang sama sekarang mengatakan Jokowi memimpin dengan selisih 20 persen. Survei internal kita Jokowi hanya unggul 6-8 persen. Itu angka internal kita. Jadi bukan 20 persen,” ucap Hashim.

Simak:

Saat ditemui usai acara, oleh wartawan Kompas.com, Hashim menyebut survei yang dimaksud melibatkan 2.000 responden dari seluruh Indonesia. Menurut dia, survei internal itu baru dilakukan beberapa minggu yang lalu. Keterangan Hashim berbeda dengan pernyataan sebelumnya yang dilontarkan Sandiaga. Kemarin, Sandiaga menyebut bahwa survei internal yang dilakukan pihaknya melibatkan jutaan responden.

Pewarta: M. Yahya Suprabana
Editor: Achmad S.

Loading...

Terpopuler