Connect with us

Mancanegara

Pasukan Marinir AS Menggelar Latihan di Lepas Pantai Djibouti

Published

on

Korps Marinir MV-22B Osprey yang ditugaskan ke Marine Medium Tiltrotor Squadron 162 (Reinforced), Unit Ekspedisi Marinir ke-26. (Foto: Cpl. Jered T. Stone/Marine Corps)

NUSANTARANEWS.CO, Djibouti – Angkatan Laut Amfibi Satuan Tugas 51/5 Brigade Ekspedisi Marinir telah memulai pelatihan amfibi selama dua pekan di perairan internasional di lepas pantai Afrika, Djibouti. Latihan ini bertajuk Alligator Dagger.

Alligator Dagger adalah latiha tempur regional terbesar untuk mengintegrasikan dan menyingkronkan kemampuan peperangan TF 51/5 dan kekuatan Komando Pusat Angkatan Laut AS dan unit pasukan operasi khusus.

USS Iwo Jima’s Amphibious Ready Group dan Unit Ekspedisi Marinir ke-26 siap untuk berlatih berbagai kemampuan taktis di wilayah vital yang menjadi pusat perhatian global ini,” kata Komandan TF 51/5 Brigadir Jenderal Frank Donovan, Kamis (5/4/2018).

“Latihan kemahiran tempur amfibi ini sangat penting untuk memastikan pasukan Angkatan Laut dan Korps Marinir terpadu yang ditempatkan dan siap untuk melakukan operasi di laut dan di darat,” tambahnya.

USS Lewis B. Puller, kapal penyerangan amfibi USS Iwo Jima, kapal pendarat dermaga USS Oak Hill, kapal perusak USS Laboon dan MEU ke-26 turut berpartisipasi dalam latihan Alligator Dagger.

“Alligator Dagger memungkinkan kami untuk membangun kedalaman tim senjata gabungan di lingkungan ekspedisi yang sangat menantang yang dicirikan oleh suhu ekstrim dan medan yang tak kenal ampun,” ujar Komandan MEU ke-26 Korps Marinir Kolonel Farrell J Sullivan.

Baca juga:
Robert B Neller: Korps Marinir AS Percepat Modernisasi Alutsista
Korps Marinir AS Difasilitasi Jet Tempur F-35B
1.587 Prajurit Marinir AS Latihan Enam Bulan di Pulau Terpencil Australia
Marinir AS Gunakan Senjata Anti-Tank, SMAW

“Latihan tempur ini memungkinkan kami untuk mempraktekkan misi utama, tugas-tugas penting yang mencakup berbagai operasi militer untuk menyelesaikan konflik, melakukan bantuan kemanusiaan dan memerangi musuh di daerah terpencil, serta di lingkungan yang sulit diakses,” tambahnya.

Dikatakan, Alligator Dagger akan memberikan kesempatan kepada Iwo Jima dan Oak Hill untuk meningkatkan kemampuan dalam operasi dalam operasi pada masa kritis. Dengan menggunakan pesawat pendarat dan pesawat terbang Iwo Jima, kapal akan menyediakan kemampuan amfibi yang fleksibel dan siap mengirimkan prajurit marinir ke-26, peralatan dan pasokan ke darat.

“Kami harus menjadi pasukan tanggap krisis yang siap melaksanakan berbagai macam tugas penting kami,” kata komandan Skuadron Amfibi 4, Kapten Angkatan Laut Jack Killman.

“Alligator Dagger akan memastikan peran Iwo Jima agar selalu siap dan efektif mengirimkan amfibi yang multi-kapabel dalam berbagai keadaan, terutama di medan yang keras baik di udara maupun di laut,” sambung dia.

Selain itu, Alligator Dagger juga menampilkan pelatihan keterampilan tempur terpadu yang diikuti oleh tim Angkatan Laut dan Korps Marinir selama penempatan di kawasan yang menjadi tanggung jawab Centcom. Latihan ini secara khusus memungkinkan militer melaksanakan pelatihan amfibi, live-fire, pengintaian, pencarian dan penyergapan, pemulihan taktis pesawat dan personel serta evolusi serangan udara.

“Ketika tanggap kritis tiba, tim ARG/MEU menjadi andalan dan kekuatan pilihan. Pelatihan ini akan membantu kami menjaga keunggulan dan membuat para marinir serta pelaut tetap fokus. Ketika dipanggil, kami akan selalu siap,” kata Sullivan (red)

Editor: Eriec Dieda

Terpopuler