Connect with us

Berita Utama

Cina Menentang Keras Kembalinya Pembentukan Kekuatan Militer Jepang Skala Penuh (Bag. 2)

Published

on

Kengkitan Militer Jepang dan Reaksi Cina

NUSANTARANEWS.CO – Menurut Konferensi Potsdam pasca Perang Dunia II, Jepang harus mengembalikan semua wilayah pendudukan ke Cina, termasuk Kepulauan Senkaku. Hal tersebut dipertegas oleh Perdana Menteri Cina Li Keqiang dalam konferensi Postdam baru-baru ini yang secara terbuka menyatakan bahwa Jepang telah mencuri pulau-pulau dari Cina dan harus segera mengembalikannya.

Keqiang mengatakan bahwa setelah perang, Jepang menandatangani deklarasi di mana mereka berjanji untuk mengembalikan semua pulau-pulau yang diduduki ke Cina. Tatanan pasca perang dunia harusnya tetap sama, dan Cina akan melakukan segala upaya untuk mengambil haknya.

Baca: Jepang Protes Kapal Selam Nuklir Cina Yang Muncul di Wilayah Sengketa

Pemerintah Jepang mengutuk pernyataan Li Keqiang. Sekretaris Jenderal Jepang Yoshihide Suga berpendapat bahwa pernyataan Cina tersebut mengabaikan sejarah, dan Jepang tidak bisa serta merta menyetujuinya dengan cara apapun. Suga menambahkan bahwa kepulauan Senkaku adalah wilayah asli Jepang baik dari segi sejarah dan sudut pandang etnis. Suga juga menegaskan Jepang-lah yang berhak atas wilayah itu saat ini, dan pernyataan Cina tersebut hanyalah klaim sepihak.

Setelah saling klaim kedua pejabat ini, pemerintah jepang mengambil keputusan untuk melengkapi angkatan bersenjatanya di wilayah itu dengan menambahkan kendaraan serbu amfibi AAV7 dan pesawat V-22 OSPREY.

Loading...

Baca: Jepang Meluncurkan Brigade Reaksi Cepat Amfibi Untuk Menghadapi Ancaman Cina

Sistem pertahanan rudal Jepang juga telah ditingkatkan seiring meningkatnya kekuatan nuklir Cina. Di satu sisi negara itu akan terus menghabiskan miliaran dolar untuk industri militer. Menurut analis politik dan politisi Jepang, ini terutama karena situasi di semenanjung Korea dan pertumbuhan militer Cina yang pesat. Dua faktor itu diangggap sebagai ancaman oleh Jepang, dan karena itu negara Jepang akan secara aktif mempersenjatai kembali militernya.

Baca Juga:  Polisi Tak Merinci Wanita Muda Cantik, Muncul Dugaan Andi Arief Dijebak

Pemerintah Jepang sendiri telah memperbesar pengeluaran industri militernya yang selama ini dibatasi terutama untuk meningkatkan kemampuan pesawat tempur. Pemerintah Jepang berencana untuk mengakuisisi pesawat tempur generasi kelima F-35 dengan amunisi baru dan peralatan navigasi Joint Direct Attack Munition Amerika guna meningkatkan akurasi serangan udara khususnya pemboman.

Peningkatan belanja militer Jepang memang telah menimbulkan keprihatinan yang serius di Asia. Cina menentang keras rencana Jepang untuk membentuk militer sepenuhnya. Seorang wakil dari Kementerian Luar Negeri Cina menganjurkan bahwa negara-negara Asia dan masyarakat dunia harus memberikan perhatian khusus terhadap semua upaya untuk memperkuat Angkatan Bersenjata Jepang. Dia juga mengingatkan bahwa Jepang-lah yang memulai Perang Dunia II di Asia.

Baca: Jepang Siap Menghadapi Agresi Maritim Cina Dengan Menempatkan Rudal di Okinawa

Washington mendukung penuh rencana peningkatan kemampuan militer Jepang. Saat ini 50.000 tentara Amerika Serikat ditempatkan di Jepang. Kehadiran tentara AS semakin menguatkan Tokyo dan sekaligus memberi tekanan pada Cina.

Penguatan militer Jepang tidak serta merta memberikan kontribusi mengurangi ketegangan di wilayah tersebut. Sebaliknya malah semakin memicu babak baru perlombaan senjata di Kawasan Asia.

Militer Jepang kini telah menjelma menjadi salah satu angkatan bersenjata dengan teknologi paling maju di dunia. Meski begitu, JSDF belum terlibat dalam pertempuran skala global. JSDF hanya menjalankan misi global dalam bidang kemanusiaan non-tempur, seperti membangun kembali Irak pasca-perang.

Perdana Menteri Shinzo Abe secara bertahap berhasil membangun militer Jepang. Meski mendapat banyak kritikan keras, namun peristiwa peluncuran rudal Korut telah memberi angin segar terhadap upayanya. Bahkan kini semakin banyak warga Jepang yang tertarik untuk masuk angkatan bersenjata Jepang.

Semakin makin banyak warga Jepang yang mengekspresikan dukungan terhadap pemerintah untuk menguatkan angkatan militernya. Mereka takut akan kekuatan Cina di selatan dan manuver Korut yang makin mengkhawatirkan di utara. Mereka juga melihat pentingnya bantuan militer AS, tapi Jepang juga harus punya persiapan yang memadai untuk membela diri. (Agus Setiawan)

Baca Juga:  Indonesia Masih Berpotensi Tingkatkan Daya Saing Industri Dalam Ketidakpastian Global
Loading...

Terpopuler