Connect with us

Rubrika

Menag: Dakwah itu Mengajak bukan Mengejek

Published

on

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (FOTO: Dok. Kemenag)

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (FOTO: Dok. Kemenag)

NUSANTARANEWS.CO, Pangkal Pinang – Agama tidak disebarkan dengan kebencian dan amarah. Semua orang suci dan para utusan Tuhan menyampaikan agama dengan rasa cinta dan kasih sayang, bukan dengan rasa benci apalagi kekerasan.

Demikian disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menjadi pembicara dalam gelaran Dialog Lintas Agama bertajuk “Menyikapi Maraknya Perilaku Menyimpang pada Masyarakat dan Berita Hoax pada Media Sosial” bersama Menag, Sekdaprov Bangka Belitung dan perwakilan Kepolisian Daerah Bangka Belitung, Senin (05/11/2018).

Baca Juga:

“Agama ditebarkan dengan rasa cinta dan kasih sayang. Dan semangat dakwah itu adalah mengajak bukan mengejek,” kata Lukman Hakim,

Dialog yang dipandu Kakanwil Kemenag Kepulauan Bangka Belitung Muhammad Ridwan itu digelar di aula Kanwil Kemenag Bangka Belitung dan dihadiri ratusan penghulu, penyuluh lintas agama, tokoh agama dan tokoh masyarakat se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam kesempatan itu, Menag Lukman juga menyinggung terkait maraknya perilaku menyimpang di tengah masyarakat seperti LGBT, menurut dia, hal itu merupakan persoalan kompleks. Dari perspektif agama, lanjut Menag, agama hadir untuk mengangkat harkat martabat manusia.

“Agama hadir di tengah kita dalam rangka agar menjaga harkat martabat manusia. Tuhan menurunkan agama agar kehidupan sesama umat manusia berlangsung dengan baik,” kata Menag.

Menag menambahkan, masyarakat mesti bisa membedakan perilaku dengan pelaku sendiri. Misalnya tindakan maksiat yang harus diatasi adalah tindakan atau perilaku bukan pelaku.Terhadap pencuri dan pencandu narkoba yang dicegah dan hindari adalah tindakannya bukan orangnya. Sebab dalam diri seseorang itu ada ruh Tuhan.

“Kita harus mencegah perilaku maksiat maupun LGBT itu dengan proses penyadaran bukan mengucilkan mereka. Apapun penyebab seseorang melakukan tindakan maksiat, kewajiban kita sebagai agamawan untuk mengajak, mendampingi dan membina mereka agar keluar dari perilaku menyimpang tersebut. Bukan mengucilkan atau mengasingkan mereka,” tegas Menag.

Pewarta: Roby Nirarta
Editor: M. Yahya Suprabana

Advertisement

Terpopuler