Connect with us

Global

Kilas Balik 28 Juli: Belajar Dari Revolusioner Venezuela, Hugo Chavez

Published

on

hugo chavez, el comandante, sosialis abad 21, penentang amerika, venezuela, pemimpin venezuela, presiden venezuela, nusantaranews

Pemimpin Revolusioner Venezuela, Hugo Rafael Chave Frias. (Foto: Reuters)

NUSANTARANEWS.COHugo Chaves adalah sosok pemimpin Amerika Latin paling karismatik dan kontroversial. El Comandante pernah menyebut dirinya sebagai sosialis abad 21 dan menjadi penentang nomor satu Amerika Serikat dan kebijakan-kebijakan global.

Hugo Rafael Chavez Frias dilahirkan pada 28 Juli 1954. Dia adalah Presiden Venezuela mulai tahun 1999 hingga menutup usianya pada tahun 2013 silam.

Venezuela adalah sebuah negara yang terletak di ujung utara Amerika Selatan. Di bawah kepemimpinan Presiden Hugo Chavez, Negeri Simon Bolivar ini menjelma menjadi sebuah negara yang sangat berpengaruh dalam percaturan politik di Amerika Latin. Sikap politik Chavez yang tidak mau tunduk terhadap kepentingan negara-negara imperialis telah menjadi inspirasi bagi banyak negara-negara berkembang lain di dunia, termasuk Indonesia.

Ada satu hal yang mesti dipelajari dari Revolusi Venezuela di bawah pimpinan Hugo Chavez bahwa rakyat turut berpertisipasi aktif dalam membuat konstitusi negaranya yang kemudian disahkan melalui referendum. Dengan demikian Chavez berhasil mengembalikan hak-hak ekonomi, politik, dan kearifan lokal rakyatnya.

Termasuk dalam pengelolaan aset-aset dan sumber daya ekonomi yang menyangkut hayat hidup orang banyak dikuasai dan diatur oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Dari Rio Grande hingga Potagonia, Chavez terus membangun kekuatan rakyat menuju revolusi kesejahteraan. Satu wujud revolusi kesejahteraan tersebut adalah pemerintah mampu menyediakan BBM murah bagi rakyatnya dengan harga Rp 585,- per liter.

Contoh lainnya adalah Undang-Undang Perumahan yang mengatur ketentuan bahwa pemerintah wajib memastikan bahwa setiap keluarga di Venezuela, khususnya yang berpendapatan rendah, bisa memiliki rumah dengan subsidi 100 persen.

Mendapat kritikan keras dari kelompok oposisi, Chavez membalasnya dengan bijak. Langkah semacam ini memang tidak mungkin terjadi dalam sistem kapitalisme, tetapi sangat mungkin terjadi di bawah sosialisme, katanya.

Bagi Chavez, negara dibentuk memang untuk melayani rakyat. Apapun kebutuhan rakyat, negara harus siap melayani dengan baik.

Chavez menutup usianya tahun 2013 silam di Caracas. Kematiannya diumumkan oleh Wakil Presiden waktu itu Nicolas Maduro (kini Presiden Venezuela). Maduro mengatakan meninggalnya Chavez akibat penyakit yang dideritanya selama hampir dua tahun. Pada saat itu, Maduro dan pendukung Chavez sempat menduga kematian Revolusioner Venezuela itu akibat diracun. Namun, sebagai pihak yang merasa tertuduh, Amerika Serikat membantah tudingan tersebut.

Sekadar tambahan, majalah Time memasukkan nama Hugo Chavez dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia pada 2005 dan 2006 silam. Bahkan empat tahun kemudian Chavez masuk dalam daftar tahunan 50 tokoh paling berpengaruh di dunia. Ia dinilai sebagai sosok pemimpin yang sangat dicintai rakyatnya dan presiden yang mampu menginsiparsi semangat dan motivasi bagi rakyatnya untuk melakukan perubahan. (red/nn)

Editor: Banyu Asqalani & Eriec Dieda

Advertisement
Advertisement

Terpopuler