Berita UtamaMancanegaraTerbaru

Suriah Pulihkan Penerbangan Komersial dengan Venezuela Setelah Satu Dekade Lebih Terhenti

Suriah Pulihkan Penerbangan Komersial dengan Venezuela Setelah Satu Dekade Lebih Terhenti
Suriah pulihkan penerbangan komersial dengan Venezuela setelah satu dekade lebih terhenti.

NUSANTARANEWS.CO,  Jakarta – Penerbangan perdana dari Bandara Internasional Simon Bolivar Venezuela akhirnya mendarat di Bandara Internasional Damaskus pada tanggal 31 Mei – setelah terhenti selama lebih dari satu dekade  karena perang di Suriah.

Penerbangan tersebut dilaporkan membawa 102 penumpang, termasuk menteri transportasi Venezuela, wakil menteri luar negeri Venezuela, dan delegasi lainnya.

Duta Besar Khalil Bitar, Direktur Departemen di Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat, mengatakan dalam pernyataan pers di bandara Damaskus: “Dijadwalkan akan ada penerbangan setiap 15 hari antara Damaskus dan Caracas.”

Pada bulan Januari, Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan rencananya untuk mengunjungi Suriah “segera” sambil menyerukan kepada komunitas internasional untuk menghormati hak Suriah atas rekonstruksi dan kemakmuran dan menekankan bahwa negara Levantine adalah tempat lahirnya banyak budaya.

Maduro juga mengusulkan diadakannya pameran ekonomi dan investasi di Damaskus dengan partisipasi pengusaha Venezuela dan komunitas Suriah di Venezuela untuk membantu merekonstruksi negara yang dilanda perang itu.

Baca Juga:  PPWI Pidie Jaya Lakukan Sosialisasi dengan Asisten Kesra & Keistimewaan Aceh dan Kabag Prokom Kabupaten Pidie Jaya

Maduro memuji Presiden Bashar al-Assad atas “sikap heroiknya dalam memimpin pertempuran bersejarah melawan agresi teroris AS dan antek-anteknya di dunia, dan untuk mencapai kemenangan berkat bantuan sekutunya Rusia, Cina, dan Iran.”

Venezuela adalah salah satu negara pertama yang menanggapi gempa dahsyat di Suriah dengan pengiriman bantuan pada bulan Februari .

Negara itu mengerahkan makanan, obat-obatan, dan perbekalan untuk negara-negara yang terkena dampak gempa dan tim beranggotakan 50 orang untuk membantu upaya pencarian dan penyelamatan. Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil juga menyerukan pencabutan segera sanksi Barat terhadap Suriah.

Gempa bumi di Suriah juga menandai dimulainya momentum pemulihan hubungan antara Suriah dan tetangganya.

Sementara pada 30 Mei, Washington menjatuhkan sanksi kepada dua organisasi layanan keuangan Suriah dan memutus akses Damaskus ke sistem keuangan internasional sebagai sanksi pertama terhadap Suriah sebagai “hadiah” telah diterima kembal dalam Liga Arab. (Agus Setiawan)

Related Posts

1 of 37