Berita UtamaMancanegaraTerbaru

Putra Mahkota Arab Saudi Sambut Hangat Kunjungan Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Putra Mahkota Arab Saudi Sambut Hangat Kunjungan Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Putra Mahkota Arab Saudi sambut hangat kunjungan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Presiden Venezuela Nicolas Maduro bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) pada 5 Juni di Istana Al-Salam di Jeddah sehari sebelum Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mendarat di Arab Saudi dalam rangka memperbaiki hubungan biateral yang mulai merenggang.

Para pemimpin Saudi menyambut hangat kedatangan Pemimpin Bolivarian tersebut. Hal ini sekaligus menandai bahwa Arab Saudi mulai membuka pintu dan mulai memperkuat hubungan dengan negara-negara yang mendapat sanksi berat dari AS.

Dalam pertemuan yang bersahabat tersebut, kedua pemimpin selain bertukar pandangan terkait sejumlah isu yang menjadi perhatian bersama juga  meninjau hubungan bilateral selama ini dan membahas prospek kerja sama serta peluang untuk meningkatkannya di berbagai bidang dimasa depan.

Menyusul pertemuan antara Maduro dan MbS, Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela menerbitkan pernyataan yang memuji kerja sama Saudi-Venezuela melalui aliansi OPEC+.

Baca Juga:  Pipa Gas PT Medco E&P Malaka Bocor Racuni Warga, Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi Minta Perusahaan Bertanggung Jawab

“OPEC+ akan tetap bersatu dan disiplin untuk mengatur pasar minyak sesuai dengan kebutuhan umat manusia,” bunyi pernyataan tersebut.

Arab Saudi, UEA, Venezuela, dan beberapa lainnya adalah anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak atau OPEC. OPEC+ mencakup 13 anggota OPEC dan produsen lainnya seperti Rusia, Malaysia, dan Meksiko.

Sejak November tahun lalu, OPEC+ secara kolektif telah memangkas tingkat produksi minyak untuk menstabilkan pasar – yang bertentangan dengan keinginan AS dan negara-negara Barat untuk meningkatkan produksi minyaknya.

Arab Saudi sendiri telah mengumumkan bahwa akan mengurangi produksi minyaknya menjadi 9 juta barel per hari (bpd) dari sekitar 10 juta bpd pada bulan Mei. (Agus Setiawan)

Related Posts

1 of 27