Connect with us

Lintas Nusa

Timbulkan Pencemaran Lingkungan, Warga Banyuwangi Minta Gubernur Khofifah Tutup Tumpang Pitu

Published

on

Timbulkan Pencemaran Lingkungan, Warga Banyuwangi Minta Gubernur Khofifah Tutup Tumpang Pitu

Timbulkan Pencemaran Lingkungan, Warga Banyuwangi Minta Gubernur Khofifah Tutup Tumpang Pitu. (Setya W)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Koordinator warga Sumberagung Banyuwangi Usman mengatakan pihaknya bersama puluhan warga lainnya, menggelar aksi berupa istighosah agar gubernur Jatim Khofifah menutup pertambangan Tumpang Pitu di Banyuwangi.

Keberadaan pertambangan Tumpang Pitu dinilai berdampak pada pencemaran lingkungan dan merugikan warga.

Sambil menggelar istighosah, warga mendoakan agar Gubernur Khofifah mendengar aspirasi mereka untuk menutup tumpeng pitu.

“Kami ingin gubernur menemui kami dan menyatakan penutupan tambang tumpeng pitu. Kami akan terus berjuang bahkan sampai akan melakukan aksi mogok makan jika tuntutan kami tak dipenuhi,” ujarnya. Arifin salah satu peserta aksi.

Sedangkan peserta aksi lainnya bernama Mohammad Ali mengatakan dalam aksi tersebut, pihaknya juga akan menyerahkan ribuan tanda tangan warga yang rumahnya berada di sekitaran pertambangan tumpeng pitu Banyuwangi.

“Kami tak akan menyerah sampai disini. Kami akan terus berjuang sampai tambang pitu yang saat ini di perluas area pertambangan ditutup oleh Pemprov,” jelasnya.

Dijelaskan oleh Ali dengan adanya tambang tersebut, warga sekitar mengalami beberapa kerugian antara lain merusak kualitas lingkungan hidup, sosial dan perekonomian warga.

“Manajemen PT Bumi Suksesindo (PT BSI) dan PT Damai Suksesindo (DSI) tutup mata akan kerugian warga,” jelasnya.

Sementara itu, dalam aksi tersebut warga mengeluarkan beberapa tuntutan antara lain mendesak gubernur Jatim menutup pertambangan tumpeng pitu dan mendesak gubernur untuk memulihkan Kawasan yang telah rusak sebagai dampak dari pertambangan tumpeng pitu tersebut. (setya)

Loading...

Terpopuler