Connect with us

Politik

Survei IDM: Prabowo Ungguli Jokowi, Ini Pemicunya

Published

on

Direktur Eksekutif IDM Bin Firman Tresnadi (Foto Dok. Nusantaranews)

Direktur Eksekutif IDM Bin Firman Tresnadi (Foto Dok. Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Lembaga survei IDM (Indonesia Development Monitoring) kembali merilis temuan hasil surveinya mengenai elektabilitas calon presiden di pemilu 2019 mendatang. Dalam rilisnya, Prabowo Subianto berhasil mengungguli pesaing beratnya yakni Joko Widodo. Direktur IDM, Bin Firman Tresnadi menjelaskan beberapa tokoh yang masuk dalam surveinya, adalah mereka yang telah mendeklarasikan diri maju menjadi capres (calon presiden) pada pemilu 2019.

“Dari lima nama tersebut, kami kerucutkan kembali menjadi tiga nama berdasarkan suara terbanyak, mengingat masih memungkinkannya terbangun tiga poros dalam pemilu 2019,” kata Bin Firman saat rilis temuan IDM di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 25 Mei 2018.

Para responden yang menjadi objek survei IDM meliputi, petani atau nelayan sebesar, 5,2 persen. Buruh atau karyawan 30,3 persen. PNS 8,3 persen. Para ibu rumah tangga 8,1 persen. Pelajar atau mahasiswa sebesar 17,4 persen dan pedagang 17,3 persen. Dengan margin of error-nya kurang lebih sebesar 1,98 persen.  Survei dilakukan sejak 28 April 2018 sampai 18 Mei 2018 dari beragam profesi dan pendidikan di di 34 provinsi.

Baca Juga:
Media Massa Masih Berperan Besar Terhadap Eksistensi Parpol
Hasil Survei IDM: Selama 3,5 Tahun Terakhir Masyarakat Sangat Sulit Mencari Pekerjaan

Adapaun simulasi lima nama yang terdiri dari Joko Widodo, Prabowo Subianto, Gatot Nurmantyo, Rizal Ramli dan Agus Harimurti Yudhoyono, IDM mengajukan pertanyaan terbuka kepada responden tentang sosok yang akan dipilih jika pemilu digelar har ini.

Responden menjawab Probowo Subianto paling tinggi. Dengan perolehan 39,2 persen. Sementara diurutan kedua ada Jokowi dengan 21,3 persen. Kemudian Rizal Ramli 11,1 persen, Gatot Nurmantyo 7,5 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono 4,3 persen. Sisanya yang tidak menjawab sebesar 16,6 persen.

Baca Juga:  Sumenep Launching Pesantren Ramadhan

Kemudian diajukan pertanyaan ulang dari kelima nama di atas, siapa yang akan menjadi presiden jika pemilu dilaksanakan hari ini? Kembali Prabowo Subianto memperoleh suara dari responden sebesar 40,1 persen, disusul Jokowi 26,4 persen, Rizal Ramli 11,9 peren, Gatot Nurmantyo 8,2 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono 6,3 persen. Sementara yang tidak menjawab sebanyak 7,1 persen.

IDM kemudian melakukan simulasi tiga nama dengan mengajukan pertanyaan terbuka. Jika pemilu diselenggarakan hari ini, siapa tiga nama yakni Jokowi, Prabowo Subianto, dan Rizal Ramli yang akan dipilih menjadi presiden?

Dalam hasil penelitiannya, IDM menyebut sebanyak 45,8 persen responden memilih Prabowo Subianto. Selanjutnya Joko Widodo sebesar 27,1 persen dan Rizal Ramli 12,5 persen. Sisanya 14,6 persen tidak menjawab.

Menanggapi menurunnya kepercayaan publik terhadap Joko Widodo dalam survei IDM kali ini, ada beberapa faktor yang menjadi pemicunya. Menurut aktivis sekaligus pegiat demokrasi, Jumhur Hidayat tren menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap Jokowi diantaranya karena faktor ekonomi. Dimana Jokowi dimata publik dinilai telah gagal dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagaimana janji politiknya.

“Terpuruknya nilai tukar rupiah serta membengkaknya utang Indonesia juga menjadi pemicu mengapa publik kembali enggan memilih Joko Widodo,” kata Jumhur di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).

Sementara itu, kebijakan Joko Widodo dalam memberikan kelonggaran serta hak istimewa terhadap WNA asal Cina juga membuat elektabilitas Jokowi menurun. Khususnya di kalangan para buruh di Indonesia. Begitupun juga dengan sikap pemerintah hari ini yang dinilai represif terhadap umat Islam dianggap juga menggeroti kepercayaan terhadap Jokowi.

Pewarta: Romandhon

Loading...

Terpopuler