Senjata anti anti roket Israel sibuk mencegat roket-roket yang ditembakkan Hamas. Foto: REUTRERS
Senjata anti anti roket Israel sibuk mencegat roket-roket yang ditembakkan Hamas. Foto: REUTRERS

NUSANTARANEWS.CO – Pasca pengumuman Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, pejuang Hamas di Palestina langsung merespon dengan menembakkan sejumlah roket ke militer Israel. Inilah yang mungkin dikehendaki Donald Trump, menyaksikan mayat-mayat bergelimpangan tewas dalam sebuah peperangan.

Dengan kata lain, statemen Presiden Trump bukan justru membuat situasi menjadi damai tetapi malah melahirkan kekacauan.

Kabar terbaru menyebutkan, militer Israel (IDF) harus berpacu dan bekerja keras mencegat sejumlah roket yang ditembakkan Hamas. Rabu (13/12) malam waktu setempat, Angkatan Udara Israel berhasil melumpuhkan dua roket yang diluncurkan Hamas. IDF mengklaim, roket tersebut ditembakkan dari Jalur Gaza.

Dilansir Jpost, satu roket ditembakkan ke kota Sderot dan satu roket lainnya ditembakkan ke wilayah Israel di daerah Eshkol (Eshkol Regional Council), yang tidak menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.

Sehari sebelumnya, Israel Air Force (IAF) menyerang sebuah kompleks militer Hamas di Jalur Gaza selatan sebagai balasan dari serangan roket Hamas sebelumnya.

IDF mengklaim, sudah lebih dari 10 roket yang telah ditembakkan Hamas ke Israel sejak keputusan Presiden Trump.

Dan pencegat roket-roket Hamas itu tak lain ialah senjata anti roket terbaru andalan Israel, Iron Dome. (red)

Editor: Eriec Dieda

Komentar