Connect with us

Puisi

Perempuan yang Dikawal Sepi, Sajak Perempuan

Published

on

yanwi mudrikah, perempuan, dikawal sepi, puisi perempuan, sajak perempuan, kumpulan sajak, kumpulan puisi, puisi karya, nusantaranews

Yanwi Mudrikah. (Foto: Dok Pribadi)

Perempuan yang Dikawal Sepi

kujaga berhari-hari
kesepian diri

kau lautkan aku
kau lumat aku
kau tampung aku
dari derasnya hujan desember

o adam, sejak kita terpisah jarak
hidup seakan tak pernah tegak
orang-orang ber-ada
sepertinya tiada
ada sesuatu yang tertunda

ku teriak
ku berlari
ku kejar bayangan
tetapi, semua semu
dan luluh lantah

Loading...

memang keramat
begitu entah,

kiamat sudah…

Darmakradenan, 2019

 

Anak-anak Pakis
—Sekolah Kehidupan

berlarian
di antara bukit
di antara lereng slamet
mereka tertawa bahagia

anak-anak pakis
sesekali memeluk tanah, daratan
hujan dan puisi yang tak selesai dibaca
: di kaki gunung slamet

mereka kelak menjadi puisi
yang kutulis pada bait sederhana
usai dibaca
lalu terkenang

anak-anak pakis
bukan cita-cita tinggi yang dituju
lalu pergi ke suatu negara maju
bukan!
namun, benar-benar jadi pribumi
yang mengharumkan nama negeri
: Indonesia

Darmakradenan, September 2019

 

Nyanyian Burung

pagi ini,
sekawanan burung
terbang
tawanya bahagia

pagi ini,
kucumbu embun
seperti cinta menyapamu…

maka,
peluklah cinta
pada kanvas hatimu.

(2019)

 

Sajak-Sajak Kekasih

kekasih,
kau masih ingat
ceritaku semalam?
tentang perempuan
dan secangkir kopi?

ada hal yang tak sudi
dibicarakan orang

hingga akhirnya,
kematian merenggut
dirinya

(2019)

 

Sajak Perempuan

perempuan itu…
teriak-teriak
lalu,
kembali
dalam puisi

(2019)

 

 

 

Baca juga: Perempuan yang Menangis, Yanwi Mudrikah

 

 

 

Penulis: Yanwi Mudrikah, lahir di Darmakradenan, Ajibarang, pada 12 Agustus 1989. Aktif menulis sastra sejak tahun 2010, saat masih duduk di bangku kuliah. Karya-karyanya terpublikasikan di Suara Pembaruan (Jakarta), Minggu Pagi (Yogyakarta), Koran Merapi (Yogyakarta), Satelitpost (Purwokerto), Radar Banyumas (Purwokerto), Pikiran Rakyat (Bandung), Flores Sastra (Flores), Suara Merdeka (Semarang), Solo Pos (Solo), Jurnal Sajak (Jakarta), Indopos (Jakarta), Majalah Mayara (Surabaya), Harian Tangsel (Jakarta), Banjarmasinpost (Banjarmasin), Harian Waktu (Bandung), Majalah Embun (Surakarta), Riaupos (Riau), NusantaraNews.co, www.litera.co.id, SastraPurnama.com, Harakatuna.com, Radar Bojonegoro (Jawa Timur), http://poetryprairie.com/2018/12/12/kembali-ke-rumah-cahaya/, Kompasiana.com, Detik.com, www.haripuisi.info, https://normantis.com/2018/09/17/seorang laki-laki-dan-masalalu-puisi-yanwimudrikah/, Majalah Ancas (Banyumas, Jawa Tengah) dan Media Indonesia (Jakarta). Karya puisinya juga terdokumentasi dalam Antologi Puisi Hari Puisi Indonesia 2016 216 Penyair Indonesia (Yayasan Hari Puisi Indonesia, Yayasan Sagang 2016); Antologi Di Bawah Sadar Di Atas Sadar (Forum BKI, 2013); Antologi Cahaya Tarbiyah (Forum Mahasiswa Tarbiyah, 2013); Creative Writing (STAIN Press, 2013); Kampus Hijau (STAIN Press, 2015); Pilar Puisi 2 (STAIN Press, 2015); Pilar Puisi 3 (Sekolah Sastra Peradaban, 2016); Rumah Penyair 3 (Kepompong Press, 2016); Seberkas Cinta Antologi Puisi 89 Penyair Indonesia (Digna Pustaka, 2016); Antologi Puisi Membaca Kartini Memaknai Emansipasi dan Kesetaraan Gender (Komunitas Joebawi, 2016); dan beberapa sajaknya lolos dalam Indonesian Literary Collective (ILIC, Jerman 2014); Senyuman Lembah Ijen Antologi Puisi Nusantara (TareSi Publisher, 2018); Perempuan Memandang Dunia Kumpulan Puisi Perempuan Penyair Nusantara (Tema Litera, 2018); Antologi Puisi Bengkel Sastra Taman Maluku Menjemput Rindu Di Taman Maluku (Bengkel Sastra Taman Maluku Semarang, 2018); A Skyful of Rain Antologi Puisi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2018 (Tahura Media, 2018). Beberapa puisinya lolos di Jerman dalam Indonesian Literary Collective (ILIC, Jerman 2014). Dan buku puisi pertamanya Rahim Embun (2013); buku puisi keduanya Menjadi Tulang Rusukmu (2016); dan buku puisi ketiganya Menjadi Ibu (2019). Saat ini berprofesi sebagai dosen terbang (pengajar tamu) di perguruan tinggi Jawa Tengah. Selain itu, dia mengasuh dan menggerakkan Komunitas Sastra Gubug Kecil Indonesia, di Ajibarang-Banyumas (Jawa Tengah). e-mail: yanwimudrikah@gmail.com.

Loading...
Baca Juga:  Pilih Fokus APBN dan Keuangan Negara, Sri Mulyani Mundur dari Tim Sukses Jokowi-Ma'ruf

Terpopuler