Connect with us

Puisi

Hujan Bulan Mei dan Thariqoh Menuju Kiai

Published

on

hujan bulan mei, puisi hujan, thariqoh, menuju kiai puisi buday ad, nusantaranews, kumpulan puisi

Ilustrasi – Hujan. (Foto: Vincent DiNovici/Fine Art America)

Hujan Bulan Mei
-Holis

Ada yang pergi dalam puisi
Menerima bayang-bayang perih
Menyatukan di sela-sela diksi
Mengumbarkan perihal benci.

Inikah hujan?
Atau sekedar ujian
Bagiku sudah pasti menghantam
Antara cobaan menerjang.

Masihkah engkau melaju
Di tepi kalbu?
Ataukah menancapkan paku.
Putuskanlah jika menerutmu benar
Aku turut bahagia
Karena semua hujan akan kembali
Dapat imbas sebelum karma pergi.

Annuqayah, 2019

Loading...

 

Thariqoh
Menuju kiai

Kemanakah kaki ini menuju
Jalan setapak dari tabiatmu yang ihlas
Menuntun kearah halus
Barangkali dengan contoh-contoh menghelai suci
Meneladani hari-harimu membimbing santri
Sebuah cara membuka ruang di jalan Ilahi.

Sudah terlalu kering
Menggersang di padang
Dari sudut arah bingung menepi dalam ruang
Padam sekiranya hilang di jalanku panjang
Dengan doa-doa yang dilantunkan pada yang Maha Penyayang.

Kasihku tak pernah hilang
Bila engkau masih merestui perjalanan
Semisal pijakan-pijakan tepat pada altar yang benar
Dengan membawa sekuntum hasil di antara hikmah pengembara.

Maka restuilah perjalanku
Merapal banyak mimpi indah dalam waktu
Sebagai pelepas tali yang dikekang pada tubuh
Member leluasa menempuh ilmu.

Annuqayah, 2019

 

Thariqoh II

Semua terdengar jelas pada saban waktu suara ihlas
Dengan air mata kasih seusai minta nasi.
Ingin ceria seperti teman-teman di rumah belakang
Hidupnya sempurna tanpa kekurangan belanja
Selalu ada yang membuatnya senyum indah.

Kesinilah, Nak
Akan kuceritakan rasanya hidup susah
Mencari nafkah
Yang selalu minta uang tanpa jeda
Tak memikirkan nasibku bagaimana.

Jangan pernah marah
Jangan pernah nangis
Jangan pernah sekali-kali tak mengerti
Dengan keadaanku yang kerisis ekonomi.

Annuqayah, 2019

 

Baca Juga:  OTT PN Jakarta Utara, Pengacara Saipul Jamil Sambangi KPK

 

 

 

 

Penulis: Buday AD, nama pena dari Budi Yanto Lahir di Pulau Tonduk Ra’as Alumni Mts Nurul Jadid sekarang tinggal di PP.Annuqayah Lubangsa Selatan (Padepokan C03R), bergiat di Sanggar Basmalah, Mangsen Puisi, Lesehan Sastra Annuqayah (LSA), dan kuliah di INSTIKA, puisi-puisinya nangkring di Koran Madura (Pendidikan) Malang Post, Rakyat Sumbar, Negeri Kertas serta puisinya terantologi di Luapan Emosi (Kosana Publisher 2019), Rahasia Rasa (Kosana Publisher 2019), dan juara 1 lomba cipta puisi se SMK Annuqayah, juara 3 lomba cipta puisi pekan maulidia(Annuqayah LS), juara 3 lomba cipta puisi pekan 17 Agustus (Annuqayah LS).

Loading...

Terpopuler