Connect with us

Kesehatan

Peduli Gizi Anak Bangsa, Menkes: Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

Published

on

Gula Kristal Rafinasi (Ilustrasi). Foto: Dok. la republica

NusantaraNews.co, Jakarta – Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek menegaskan bahwa salah satu yang menentukan kesehatan tubuh seseorang ditentukan dengan menu makanan di piring makan dan di dalam gelas minuman.

“Dalam setiap sajian, masyarakat juga sebaiknya memperhatikan kandungan gula, garam dan lemak,” anjur Nila kepada masyarakat Indonesia dalam narasi tunggalnya yang ditulis, Kamis (2/10/2017).

“Batasan konsumsi gula, garam, dan lemak yang disarankan Kementerian Kesehatan per orang per hari adalah: Gula tidak lebih dari 50 gr (4 sendok makan); Garam tidak melebihi 2000 mg natrium/sodium atau 5 gr (1 sendok teh), dan untuk lemak hanya 67 gr (5 sendok makan minyak). Untuk memudahkan mengingat rumusannya adalah G4 G1 L5,” tambah Menkes.

Menurut Menteri Nila, gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan manusia. Namun, jika berlebihan, gula dapat menyebabkan obesitas dan memicu diabetes tipe 2.

“Di dalam buah-buahan segar terdapat gula alami, sehingga sebenarnya tambahan gula tidak dibutuhkan lagi,” ungkap Nila.

Sementara itu, lanjut dia, garam mengandung natrium dan sodium. Garam dalam jumlah sedikit dibutuhkan untuk mengatur kandungan air dalam tubuh. “Jika berlebihan, garam dapat menyebabkan hipertensi hingga stroke,” katanya.

Sedangkan lemak, tambah Nila, juga diperlukan dalam tubuh sebagai cadangan energi. Lemak berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga kanker.

“Lemak dapat berbentuk padat dan cair (minyak). Lemak pun banyak ditemui pada makanan yang digoreng,” terang Nila.

Nila menegaskan pola mengkonsumsi makanan yang mendukung kesehatan tubuh ini dalam rangka mendukung upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama dari pemenuhan gizi anak bangsa. Seperti yang telah terlaksana sebuah acara pengenalan sumber protein dan zat gizi lainnya oleh para pengambil kebijakan (stakeholders) se-Asia Pasifik dalam EAT Asia Pacific Food Forum (APFF) 2017 di Jakarta pada 30-31 Oktober 2017 lalu.

Baca Juga:  KPK Temukan Permasalahan di Penyediaan Obat-Obatan dalam Sistem JKN

Penulis: Riskiana
Editor: Sulaiman

Terpopuler