Connect with us

Berita Utama

ISIS Kalah Lagi Dan Terusir Dari Raqqa

Published

on

Konvoi Pasukan AS Memasuki Raqqa/Sumber foto cnn

NUSANTARANEWS.CO – Pasukan milisi yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di Suriah, mengklaim telah menguasai penuh kota Raqqa, yang merupakan ibu kota de facto kelompok militan ISIS. Pada hari Selasa lalu (17/10), Pasukan Demokratik Suriah, yang kebanyakan merupakan gerilyawan Kurdi, berhasil merebut sebuah stadion dan rumah sakit yang merupakan basis pertahanan terakhir mereka.

Pasukan Demokratik Suriah kemudian mengumumkan bahwa pihaknya telah sepenuhnya membebaskan Raqqa dari teroris ISIS. Tayangan video dari kota tersebut menunjukkan para tentara mengibarkan bendera untuk merayakan kemenangannya.

Pasukan koalisi di bawah pimpinan AS yang mendukung Pasukan Demokratik Suriah menyatakan pihaknya akan melanjutkan dengan operasi pembersihan pejuang ISIS yang mungkin masih bersembunyi di dalam kota. Meski Raqqa telah berhasil direbut kembali, para pengamat menilai bahwa bukan berarti akhir dari pertarungan melawan kelompok-kelompok ekstremis. Sebab jumlah serangan teroris yang terinspirasi dari kelompok ekstremis ISIS saat ini tengah meningkat di Eropa dan Asia

Seperti diketahui, Raqqa adalah kota besar pertama yang dikuasai ISIS sebelum meraih serangkaian kemenangannya yang cepat di Irak dan Suriah. Di Raqqa, ISIS menjalankan pemerintahan, mengeluarkan undang-undang termasuk mengeluarkan paspor dan uang.

Namun sekarang ISIS telah kehilangan sebagian besar wilayahnya di Suriah dan Irak termasuk miliknya yang paling berharga, Kota Mosul, Irak. Dengan demikian, untuk sementara ISIS masih mengontrol sejumlah wilayah di propinsi Deir el-Zour, Suriah dan lembah Sungai Eufrata.

DI Washington, militer AS mengatakan 90 persen Raqqa telah direbut dari ISIS, namun SDF diharapkan mampu menghadapi perlawanan susulan. Dilansir Reuters, pertempuran di kawasan tersebut telah berakhir, hanya tersisa pasukan aliansi yang kini sedang membersihkan ladang ranjau.

Baca Juga:  Suriah Menentang Keras Agresi Militer AS-Turki di Suriah Utara

Terkait dengan keberhasilan tersebut, Presiden Trump mengatakan karena dirinya menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat. “Saya telah mengubah total aturan dalam pertempuran. Saya ubah total militer kami, saya ubah total sikap militer kami dan mereka berhasil melakukan pekerjaan yang menakjubkan,” ujar Trump dalam wawancara di sebuah siaran radio, The Chris Plante Show. (Banyu)

 

 

Loading...

Terpopuler