Terbaru

Ini Tindakan Kemenkes Hadapi Gizi Buruk dan Campak di Asmat

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan rasa empati bagi para pasien Campak (Morbili) dan Gizi Buruk yang dialami sejumlah Balita di Kecamatan Agats, Kabupaten Asmat, Papua. Dimana hingga kini pasien dan keluarga masih menjalani perawatan dan pengobatan di RSUD Asmat.

Kemenkes hingga kini terus memantau dan memberikan pendampingan terhadap upaya penanganan masalah tersebut yang sudah berjalan di tingkat Kabupaten dan Provinsi, selaku ujung tombak pelaksanaan pembangunan kesehatan di wilayahnya.

Kemenkes juga terus mengumpulkan sejumlah data yang dibutuhkan dalam menentukan langkah penanggulangan baik itu bantuan yang dapat diberikan oleh pemerintah pusat dan/atau pemenuhan sumber daya yang dibutuhkan daerah dengan tetap memperhatikan pembagian kewenangan yang dimiliki antara pemerintah Provinsi dan Pusat.

Menunjukkan tindakan cepat dalam merespin kasus Campak (Morbili) dan Gizi Buruk ini, Kemenkes melalui Dinkes Provinsi Papua, telah mengirimkan tiga ton pemberian makanan tambahan (PMT), 800 vial vaksin campak dan 10.000 pcs jarum suntik 0,5 ml ke Kabupaten Agats.

Baca Juga:  Bupati Baddrut Kerja Sama dengan Ormas Cegah Anak Stunting

Untuk kebutuhan lainnya, menurut laporan dari petugas Dinkes di lapangan, sampai saat ini masih tercukupi.

Di tingkat pusat, Ditjen Kesehatan Masyarakat, Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Ditjen Pelayanan Kesehatan, dan Balitbangkes tengah menyiapkan tim yang akan melakukan visitasi, supervisi dan pendampingan bagi tenaga kesehatan yang akan diberangkatkan ke Kabupaten Agats, Papua, dalam waktu dekat.

Badan PPSDM Kemenkes juga akan melakukan intervensi, terutama dalam penempatan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) di Kabupaten Asmat, baik melalui program Nusantara Sehat, wajib kerja dokter spesialis (WKDS), maupun penugasan khusus individu.

Sampai saat ini, Kemenkes menerima laporan bahwa RSUD Asmat menerima rujukan kasus campak atau morbili dan gizi buruk sejak 8 Januari 2018. Jumlah kasus campak tercatat sebanyak 22 pasien (6 pasien rawat inap, 16 pasien pulang rawat jalan). Sementara itu, gizi buruk dilaporkan sebanyak 8 pasien (2 pasien rawat inap, 5 pasien rawat jalan, dan 1 pasien meninggal dunia).

Baca Juga:  Peringati HUT Kodam IM Ke-66, Kodim 0117 Aceh Tamiang Gelar Pasar Murah

Pewarta/Editor: Achmad S.

Related Posts

1 of 6