Berita UtamaKesehatanLintas NusaTerbaru

Kasus Campak di Jawa Timur Meningkat, Jajuk Rendra: Waspadalah Masyarakat

Kasus Campak di Jawa Timur Meningkat, Jajuk Rendra: Waspadalah Masyarakat
Kasus campak di Jawa Timur meningkat, Jajuk Rendra: Waspadalah masyarakat.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Anggota komisi E DPRD Jawa Timur Jajuk Rendra Kresna mengingatkan masyarakat untuk waspada adanya peningkatan penyakit campak. Sejumlah daerah di Jawa Timur sudah disinyalir ada peningkatan penyakit tersebut. Bahkan sejumlah propinsi di Indonesia juga mengalami peningkatan.

“Saya minta masyarakat waspadalah,” ungkap politisi NasDem ini saat dikonfirmasi, senin (23/1).

Wanita asal Malang ini mengatakan Kasus sebaran penyakit campak, khususnya pada anak  bisa diantisipasi dengan penanganan yang terpadu agar penyebarannya tidak meluas.

“Tentunya selain pola hidup sehat juga melengkapi anak dengan vaksinasi campak rubella(MR),” terangnya.

Jajuk mengatakan terjadinya peningkatan kasus campak disebabkan penurunan cakupan imunisasi yang signifikan saat pandemi Covid-19.

Ketakutan akan penyebaran Covid-19 mengakibatkan banyaknya anak yang tidak mendapatkan imunisasi rutin lengkap.

Wanita yang juga ketua PMI kabupaten Malang ini lalu membeberkan ciri-ciri campak antara lain  dapat muncul sekitar 10 hingga 14 hari setelah terpapar virus. Gejala awal campak biasanya meliputi: demam, batuk kering, pilek, sakit tenggorokan, mata meradang (konjungtivitis), ruam kulit yang tampak seperti bercak besar.

Baca Juga:  Geledah DPRD Jawa Timur, KPK Paksa Hapus Foto Wartawan

“Ciri lainnya adalah bintik-bintik putih kecil dengan bagian tengah putih kebiruan dengan latar belakang merah muncul di dalam mulut, tepatnya lapisan dalam pipi. Ini disebut juga sebagai bintik koplik,” jelasnya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Kadinkes Jawa Timur dr. Erwin Astha mengatakan Dinkes Jatim telah menyediakan logistik berupa vaksin MR untuk pelaksanaan Outbreak Respons Immunization (ORI) di kabupaten/kota yang membutuhkan.

“Selain itu, untuk mencegah meluasnya PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi), Gubernur Jatim juga telah mengeluarkan surat kewaspadaan KLB PD3I pada bulan Juli 2022.” ujar dr. Erwin.

Mantan kepala rumah sakit lapangan (RSL) Indrapura tersebut memastikan bahwa Dinkes Jatim akan melakukan pemantauan pelaksanaan (ORI) di kabupaten/ kota terdampak.

“Kami juga mendorong Dinkes kabupaten/kota dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi rutin yang tinggi dan merata,” paparnya.

Sekedar diketahui, beberapa daerah di Jawa Timur terjadi peningkatan kasus campak. Sejumlah daerah tersebut antara lain Kota Batu, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Magetan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo. (setya)

Related Posts

1 of 32