Connect with us

Kesehatan

Mengapa Hormon pada ASI Bisa Cegah Kematian Ibu dan Bayi?

Published

on

ASI - Ibu Menyusui Bayi. (FOTO: Istimewa)

ASI – Ibu Menyusui Bayi. (FOTO: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Air Susu Ibu (ASI) dinyatakan bisa mencegah kematian bayi dan kematian ibu. Sebab dengan menyusui, banyak hormon yang dikeluarkan salah satunya oksitosin.

Dinyatakan pula, periode atau masa menyusui ini, oksitosin mengembalikan fungsi organ-organ kita setelah melahirkan, termasuk peranakan kita dikontraksikan sehingga kembali normal.

“Kalau tidak, bisa terjadi perdarahan,” kata Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek dikutip dari laman resmi Kemenkes, Jumat (9/8/2019).

Menkes juga mengatakan, selain itu, hormon oksitosin memberikan perasaan bahagia saat menyusui bayi dan ASI bertambah lancar. Menkes menekankan pemberian kolostrum pada bayi baru lahir. Kolostrum merupakan cairan yang pertama kali keluar sebelum ASI.

“Kolustrum ini menyebabkan anak menjadi kuat dan tahan terhadap penyakit. Pemberian ASI Eksklusif juga perlu dilakukan hingga usia dua tahun, serta pemberian makanan pendamping,” kata Menkes.

Dikatakan Menkes, pemberian makanan pendamping ASI tidak boleh sembarangan, tidak boleh dicampurkan gula atau garam. Hal tersebut akan memicu diabetes dan hipertensi. Jangan pula dicampur dengan makanan yang belum layak dimakan bayi karena memicu penyakit berbahaya lainnya.

Menurut dia, peran ayah sangat penting dalam memberikan ASI, yaitu dengan memberikan pehatian pada ibu. Ibu menyusui akan bahagia dan ASInya akan banyak. Menkes juga mengimbau kepada para ibu untuk tidak sembarangan memberikan susu formula.

“Susu formula itu adalah benda mati, tapi ASI benda hidup yang didalamnya (kandungannya) sangat baik untuk pertumbuhan bayi sehingga dapat mencegah kematian bayi,” ucap Menkes.

Inilah pentingnya, sambung Menkes, kenapa dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) salah satunya cegah kematian ibu/anak dan hilangkan stunting. Pemberian ASI secara optimal sangat penting dalam pembangunan kesehatan.

Baca Juga:  Berkat Emak-emak dan Kaum Milenial, Caleg Muda Partai Gerindra Raup Suara Terbanyak Se-Jatim

“Tantangan yang dihadapi adalah banyak ibu bekerja yang kesulitan memerah ASI karena kurangnya fasilitas untuk ibu menyusui di tempat kerja. Maka dari itu, Menkes Nila mendorong setiap tempat kerja dapat memfasilitasi tempat menyusui,” tandasnya. (red/nn)

Editor: Achmad S.
nusantaranews, nusantara news, berita nusantaranews, berita terkini, berita terbaru, asi, air susu ibu, pekan asi sedunia, kemenkes, hormon pada asi, peran ayah, kematian ibu, kematian bayi,

Loading...

Terpopuler