Berita UtamaLintas NusaPolitikTerbaru

Curhat Ke Gubernur Khofifah, Nelayan Lamongan Beber Kesulitan Beli Solar Setiap Awal Bulan

Curhat ke  Gubernur Khofifah, nelayan Lamongan beber kesulitan beli solar setiap awal bulan
Curhat ke  Gubernur Khofifah, nelayan Lamongan beber kesulitan beli solar setiap awal bulan.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan sidak di Lamongan. Mantan mensos tersebut melakukan sidak untuk memastikan ketersediaan BBM jenis solar yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan BBM nelayan agar bisa melaut ditengah kenaikan harga BBM.

Salah seorang nelayan  bernama  Mukatam (43)  kepada gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa solar yang digunakan sebagai bahan bakar sering kehabisan serta keterlambatan pengiriman. “Karena kalau kapal besar ini butuhnya banyak. Satu bulan butuh 33 drum solar,” ujarnya, Selasa (6/9).

Dirinya kemudian juga menceritakan bahwa solar bersubsidi ini hanya mudah didapatkan di awal-awal bulan saja. Diakhir bulan, Mukatam dan kawan-kawan nelayan lainnya sering memenuhi kebutuhan solar di SPBU terdekat. “Kalau akhir bulan habis kami biasanya ke SPBU. Tentu harganya lebih mahal.Kami berharap stok solar akan terus ada dan distribusinya tidah terhambat lagi,” jelasnya.

Baca Juga:  Prabowo dan Khofifah Masuk 500 Tokoh Berpengaruh, Gus Fawait: Figur Yang Tepat Jadi Pemimpin

Sedangkan gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan meski solar  adalah BBM  kategori PSO, tapi juga termasuk yang mengalami kenaikan harga. “Dari Rp. 5.150 menjadi Rp 6.800. Antrian seperti ini pun, kata petugas SPDN masih tergolong normal. Sejauh yang kita pantau tadi, stok solar PSO nelayan aman,” ungkap Gubernur Khofifah, Selasa (6/9).

Untuk diketahui, sebanyak 456 Kiloliter atau setara dengan 456 ribu liter per bulan solar bersubsidi tersedia dan siap digunakan oleh nelayan melaut di SPDN Selain di TPI Brondong Lama.

Selain itu, juga tersedia SPDN di PPDI Brondong Baru yang menyediakan 296 Kiloliter atau setara dengan 296 ribu liter per bulan. Namun, pada distribusi kali ini, hanya sekitar 40 Kiloliter atau setara dengan 40 ribu liter solar yang bisa didapat oleh nelayan.

“Ada yang mengambil dalam jerigen ukuran 20 liter, ada yang 30 liter. Tapi harus dipastikan bahwa semua mengambil solar yang ada di SPDN dengan membawa surat rekomendasi pembelian BBM solar bersubsidi,” ujarnya.

Baca Juga:  Iran Tingkatkan Jangkauan Sistem Pertahanan Udara Bavar-373

Khofifah kemudian menyampaikan bahwa bersama jajarannya dan Pertamina, dirinya ingin memastikan bahwa di titik-titik keperluan BBM Solar PSO terutama nelayan ketersediaan stoknya aman. Serta proses distribusinya lancar dan  dipantau bersama pihak TNI/POLRI. (setya)

Related Posts

1 of 25