Berita UtamaLintas NusaPolitikTerbaru

Desak Presiden Jokowi Cabut Kebijakannya, PKS Beber Imbas Kenaikan BBM di Jawa Timur

Desak Presiden Jokowi cabut kebijakannya, PKS beber imbas kenaikan BBM di Jawa Timur.
Desak Presiden Jokowi cabut kebijakannya, PKS beber imbas kenaikan BBM di Jawa Timur.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Penolakan PKS atas kebijakan pemerintah yang menaikkan BBM bersubsidi diteruskan dilanjutkan hingga ke daerah, salah satunya di Jawa Timur. DPW PKS Jawa Timur menegaskan sikap penolakan atas kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat itu. Selain itu minta presiden Jokowi batalkan kebijakan, jangan bikin Rakyat tambah susah.

“Kami PKS harus berpihak pada rakyat. Melalui semua unsur PKS yang ada di Jawa Timur, akan bersikap tegas menolak kebijakan pemerintah yang menaikkan BBM bersubsidi,” tegas ketua PKS Jawa Timur Irwan Setiawan, Selasa (6/9).

Berbagai unsur itu, Irwan menambahkan, seluruh anggota legeslatif DPRD Provisi Jawa Timur dan Aleg PKS kabupaten/kota di seluruh Jatim serta seluruh struktur PKS dari wilayah hingga ke ranting yang ada di tingkat desa.

Menurutnya, rakyat sudah berkali-kali terpukul dengan berbagai kondisi yang makin mengimpit rakyat, salah satunya adanya harga minyak goreng yang melambung tinggi tak terkendali.

Baca Juga:  Kunjungi Pasar Papua, Ketum Dekopin Sri Untari Beber Ingin Sejahterakan Mama-Mama Papua

“Belum selesai harga minyak goreng yang melonjak, harga telur meroket. Kini seluruh masyarakat semakin terpukul dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM bersubsidi,” tegasnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga BBM bersubsidi akan menurunkan daya beli masyarakat, khususnya masyarakat kecil yang kondisi ekonominya belum pulih. “Tukang ojek, pedagang kaki lima, tukang bakso, supir angkot dan truk, buruh dan prkerja, pelaku UMKM, emak-emak, pelajar, petani, peternak, dan elemen masyarakat lainnya akan menjerit. Terpukul ekonominya dan sulit bamgkit dari keterpurukan ekonomi,” ujar pria 46 tahun itu.

Irwan menegaskan bahwa PKS bertanggung jawab secara moral dan konstitusional untuk menyuarakan penolakan terhadap kenaikan BBM bersubsidi. Jawa Timur, ia melanjutkan, merupakan provinsi dengan garis pantai terpanjang di Pulau Jawa. Di dalamnya, ada 70 ribu lebih keluarga nelayan yang pasti akan terpukul dengan kenaikan BBM bersubsidi.

“Kenaikan solar sebesar 26 persen lebih, akan membuat perbekalan lebih dari 50 persen. Ini berat untuk nelayan kecil,” ujar Irwan. Belum lagi, tambahnya, jatah solar subsidi untuk nelayan 500 ribuan kilo liter tidak sepenuhnya bisa diakses nelayan kecil.

Baca Juga:  Presiden PKS dan Kang Aher ke Malang, Energi Kemenangan PKS di Jawa Timur

Jika kenaikan pertalite dari Rp 7.650/liter menjadi Rp 10.000/liter atau sebesar 30 persen, maka bisa diasumsikan inflasi akan naik sebesar 3,6 persen.

“Setiap kenaikan 10 persen BBM bersubsidi, inflasi bertambah 1,2 persen. Jika pada Juli 2022 inflasi mencapai 4,94 persen, maka angka inflasi akhir tahun bisa menembus 7-8 persen. Kondisi ini akan memukul kehidupan rakyat yang daya beli dan konsumsi akan semakin melemah,” kata Irwan.

Setiap kenaikan 10 persen BBM bersubsidi, lanjut Irwan inflasi bertambah 1,2 persen. Jika pada Juli 2022 inflasi mencapai 4,94 persen, maka angka inflasi akhir tahun bisa menembu 7-8 persen.

Kondisi ini akan memukul kehidupan rakyat yang daya beli dan konsumsi akan semakin melemah,” kata Irwan.

Besaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 24,17 Triliun yang diberikan, kata Irwan, tidak sebanding dengan tekanan ekonomi yang dihadapi rakyat akibat dampak pandemi dan angka inflasi yang sudah tinggi.

Baca Juga:  Ketum PPWI Desak Polri Usut Tuntas Penganiayaan Empat Wartawan di SPBU Cikupa

“Belum lagi masih ada 2 jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang datanya belum jelas di Kementerian Sosial. Banyak data yang tidak akurat, juga ada ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran, hingga persoalan terjadinya korupsi, yang nilainya fantastis,” katanya.

Jawa Timur, kata Irwan, dengan penduduk miskin 4, 259 Juta orang, atau sekitar 10% jumlah penduduk, tentu akan merasakan dampak luar biasa dari kenaikan harga BBM ini. Seiring bertambahnya tingkat pengangguran terbuka yang sudah pada 4,81 persen atau sejumlah 1,125 juta orang. (setya)

Related Posts

1 of 115