Connect with us

Politik

Akuisisi Saham Rio Tinto di PT. Freeport Indonesia Dituding Merampok Uang Rakyat

Published

on

PT Freeport Indonesia (Ilustrasi). Foto: Dok. Monitor

PT Freeport Indonesia (Ilustrasi). Foto: Dok. Monitor

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Rio Tinto memiliki usaha patungan dengan FCX ​​untuk 40 persen pangsa produksi di atas tingkat tertentu hingga 2021, dan 40 persen dari seluruh produksi setelah 2021. Proyek goa bawah tanah Grasberg akan datang ketika tambang diperkirakan akan habis.

“Ini akan mengalihkan tambang dari tambang terbuka ke operasi sepenuhnya di bawah tanah,” ungkap Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 14 Juli 2018.

Situasi ini, lanjut Arief diperkirakan akan meningkat, hingga kapasitas penuh pada tahun 2022, mencapai 160.000 ton bijih per hari. Selain itu, Grasberg telah memulai konstruksi di tambang goa blok Deep Mill Level Zone, yang akan menghasilkan tambahan 80.000 ton bijih per hari.

“Saham Rio Tinto di Freeport  dihargai 3.5 milyar dollar dan rencana untuk  menguasai saham Freeport Indonesia hingga 51 persen oleh kangmas Joko Widodo melalui inalum adalah sebuah pencurian duit rakyat Indonesia paling besar di abad ke 20 ini,” kata dia.

Baca Juga: Jokowi Bohong Soal Akuisisi Saham Freeport Sebesar 51 Persen

Ia menjelaskan, Rio Tinto menguasai saham Freeport Indonesia sejak tahun 1994 sebanyak 40 persen dengan skema joint venture antara Rio Tinto dan Freeport Indonesia. Dengan catatan, hanya akan mendapatkan hasil produksi 40 persen dari hasil pertambangan hingga tahun 2021.

“Artinya setelah tahun 2021, Rio Tinto sudah tidak lagi menguasai saham Freeport Indonesia,” sambung Arief.

Tahun 2021 sudah tinggal beberapa tahun lagi. Sejak hari ini produksi Freeport Indonesia yang didapat Rio Tinto hingga tahun 2021 yang menjadi batas akhir izin pertambangan, menurut politisi Gerindra, jumlai nilai produksinya disebut tidak akan setara dengan nilai pembelian saham Rio Tinto oleh Presiden Jokowi dengan mengunakan uang rakyat.

“Walau katanya uang untuk membeli saham Freeport Indonesia yang dimiliki Rio Tinto pake pinjaman dari Konsorsium 11 bank. Entah Bank apa aja?” katanta.

“Tapi perlu dicatat ya? Inalum yang merupakan Holding BUMN pertambangan merupakan BUMN yang keuangannya merupakan kekayaan milik negara dan tunduk pada UU Tipikor. Artinya KPK harus meyelidiki adanya dugaan ketidak beresan dalam head of agreement akuisisi saham Rio Tinto oleh PT Inaalum,” lanjut Arief.

Pria pemilik nama lengkap FX Arief Poyuono ini menduga ada tindak pidana korupsi model Bank Century. Dimana dirinya berkesimpulan untuk keperluan politik 2019.

“Karena itu untuk mencegah proses divestasi gaya Abunawas, Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu dan Koalisi Masyarakat Peduli Trisakti Nawa Cita Akan mengajukan gugatan class action untuk meminta pengadilan membatalkan Proses divestasi saham Freeport milik Rio Tinto yang berpotensi merugikan negara puluhan triliun,” terangnya.

Editor: Romadhon

Komentar

Advertisement

Terpopuler