Connect with us

Ekonomi

BI Minta Korporasi Tak Mengandalkan Kebutuhan Dollar Dari Spot

Published

on

Bank Indonesia (BI) (Foto Dok. Nusantaranews.co/Romadhon)

Bank Indonesia (BI) (Foto Dok. Nusantaranews.co/Romadhon)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Salah satu pemicu mengapa rupiah dinilai mulai stabil, menurut Gubernur BI (Bank Indonesia) Perry Warjiyo karena para pelaku dunia usaha tidak mengandalkan kebutuhan dollar dari spot (pasar yang memfasilitasi transaksi jual beli mata uang asing secara tunai dengan penyerahan dana dilakukan dengan segera setelah transaksi disepakati). Untuk itu, dirinya meminta kepada para korporasi untuk kebutuhan dollar tidak perlu memenuhinya melalui pasar spot, melainkan bisa dari forward rate.

“Korporasi yang memang kebutuhan dollarnya tidak segera, tidak semuanya harus dipenuhi dari spot. Bisa juga dipenuhi dari forward,” kata Perry Warjiyo, di Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Perry menjelaskan bahwa forward rate Bank Indonesia itu cukup rendah. “Kami tegaskan kepada korporasi bahwa forward rate pada Bank Indonesia itu cukup rendah. Untuk forward rate satu bulan itu kurang lebih sekitar enam koma dua persen untuk satu bulan. Untuk tiga bulan sih kurang lebih 7,3 persen. Jadi itu forward rate, itu untuk yang tiga bulan yah?” sambunya.

Baca Juga:
Gubernur BI Perry Warjiyo Sebut Nilai Tukar Rupiah Menguat
Upaya BI Stabilkan Nilai Tukar Rupiah Dinilai Memiliki Efek Besar

Forward rate merupakan transaksi pembelian dan penjualan mata uang asing dengan kurs forward yang ditetapkan saat transaksi dilakukan. Berlaku untuk yang akan datang, yakni 2 x 24 jam.

“Jadi itu untuk memastikan kepada korporasi bahwa memenuhi kebutuhannya, tidak semuanya harus spot, bisa aja forward untuk yang jangka waktu sebulan atau dua bulan kedepan,” ungkap Perry.

Dia menambahkan, korporasi dalam hal ini bisa menghubungi bank. “Bank juga bisa nanti melakukan forward kepada Bank Indonesia. Ini saya sampaikan kepada korporasi juga kepada para perbankan untuk juga memfasilitasi ini. Dan kami juga akan memastikan bahwa kebutuhan kebutuhan dollar baik yang spot maupun forward, itu bisa terjaga,” tegasnya.

Editor: Romadhon

Advertisement

Terpopuler