Connect with us

Inspirasi

Kenalkan Sastra Pada Anak, RBTI Buat Aplikasi Game Short Story

Published

on

Anak-anak pemeran Game Short Story "Malin Kundang"/Foto nusantaranews via RBTI

NUSANTARANEWS.CO – Kecintaan dan minat baca Generasi Muda Indonesia terhadap karya sastra boleh dibilang masih kurang. Terlebih pada era globalisasi ini dimana kecenderungan membaca anak-anak muda lebih banyak didominasi oleh cerita-cerita pop asing yang kering dengan nilai satra, bahkan cenderung mengumbar pornografi dan kekerasan. Disinilah para penulis satra ditantang untuk membuat karya yang bisa menarik minat generasi muda untuk membaca, paling menumbuhkan minat baca terhadap bacaan ringan seperti cerpen.

Bila minat membaca bacaan ringan seperti cerpen telah tumbuh, maka cerpen bisa menjadi jendela yang dapat menghantarkan para pembaca melihat dunia satra yang begitu indah.

Maka terkait dengan program menumbuhkan minat membaca generasi muda, Rumah Baca Tirai Ilmu (RBTI) Sukoharjo, Onok Sulistiyanto berencana menyiapkan sebuah aplikasi yang bisa menjaga dan meningkatkan minat baca remaja terhadap karya sastra di Indonesia.

“Dalam membuat aplikasi ini, kita bekerjasama dengan para mahasiswa Sastra Inggris IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Surakarta membuat visualisasi short story berupa aplikasi yang bisa di download secara gratis berwujud game edukasi. Short story ini untuk mengenalkan anak pada sastra nusantara dan mengingatkan anak untuk gemar membaca cerita-cerita rakyat,” tutur Onok, di Jakarta, Rabu, (7/9/2016).

Adapun salah satu contoh cerpen yang akan dimasukan dalam aplikasi tersebut adalah cerita rakyat dari Sumatera Barat ‘Malin Kundang’.

Sejauh ini pengambilan gambar sudah dilakukan, obyeknya adalah anak-anak dari Rumah Baca Tirai Ilmu yang dikelolanya saat ini.

Sampai saat ini pembuatan aplikasi sudah masuk dalam tahap pembuatan program (software) yang dilakukan oleh Para Mahasiswa IAIN dari jurusan Sastra Inggris bersama teman-teman teater tentacle.

Baca Juga:  Jaran Goyang Ma'na Midun - Cerpen M Toyu Aradana

“Rencananya jika tidak ada hambatan prosesnya akan selesai di pertengahan November 2016 ini,” kata dia.

Rumah Baca Tirai Ilmu merupakan tempat yang menyediakan anak-anak agar dapat bermain dan belajar baik itu ilmu terapan yang diajarkan di lingkup sekolah maupun pengetahuan umum sertaq berbagai macam keterampilan.

Program lain yang dikembangkan untuk menambah minat baca masyarakat dusun Krapyak Pucangan Kartasura antara lain kegiatan ‘Minggu Bersama Buku’, les bahasa inggris gratis, lomba puisi, dan lomba menggambar.

Dalam setiap kegiatannya rumah baca tirai ilmu mengundang berbagai lapisan masyarakat dan mahasiswa untuk menjadi relawan. Dengan harapan program-program yang dijalankan tersebut mampu mengembangkan minat, bakat, serta minat baca masyarakat dusun Krapyak Pucangan Kratasura. Dibalik itu semua, paling tidak dengan program tersebut dapat melindungi anak-anak dari kegiatan negatif.

Selain dunia pendidikan, RBTI juga mendedikasikan diri dalam bidang lingkungan, terutama pengumpulan limbah-limbah botol plastik untuk dijadikan kerajian yang mempunyai nilai jual. Demikian pula pemanfaatan limbah stik es krim yang didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomis.

Lebih jauh dalam industri kreatif, RBTI mulai memasuki bidang kreasi musik, bahkan mulai membuat video klip anak-anak rumah baca tirai ilmu. Ke depan, RBTI berencana mengembangkan kreasi seni dalam bidang perfilman dengan membuat film-film pendek yang menyiratkan pesan moral. (Restu)

 

Loading...

Terpopuler