EkonomiPeristiwa

Tiang Girder Proyek Tol Becakayu Ambruk, KSPI Desak DPR Bentuk Panja dan Audit Investigasi

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bereaksi dan mengutuk keras terkait insiden ambruknya tiang girder proyek Tol Becakayu di dekat Gerbang Tol Kebon Nanas, Jakarta Timur, yang mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka parah dan kondisinya kritis. Terlebih lagi, kejadian proyek infrastruktur ambruk bukan kali pertama terjadi.

“Saya menduga pembangunan infrastruktur Pemeritahan Joko Widodo–Jusuf Kalla hanya kejar target untuk pencitraan 2019, sehingga mengabaikan keselamatan dan keamanan,” ujar Presiden KSPI Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Rabu (21/2/2018).

Iqbal yang juga Presiden FSPMI ini Iqbal meminta seluruh pembangunan infrastruktur dihentikan dan dilakukan audit investigasi. Sebab kecelakaan seperti ini bukan hanya sekali ini saja terjadi.

Dan dalam rentang waktu enam bulan terakhir, sudah ada 12 kasus kecelakaan konstruksi yang terjadi dan lima di antaranya adalah garapan PT Waskita Jaya (Persero).

Baca juga:
Proyek Konstruksi di Tanah Air Mengancam Keselamatan Kerja
Gapensi: Audit Daya Tahan Konstruksi Infrastruktur Kurang Serius

Baca Juga:  Bupati Nunukan Serahkan Bantuan Sosial Sembako

Dan berdasarkan catatan KSPI, sejak akhir 2017 hingga awal 2018 setidaknya sudah terjadi 9 kali kecelakaan kerja berupa proyek infrastruktur ambruk. Selama ini, kata Iqbal, tidak ada tindakan apapun dari pemerintah terhadap pengusaha dan pelaksana proyek untuk memberikan efek jera agar kecelakaan kerja itu tidak terulang kembali.

Oleh karenanya, selain meminta dilakukan audit investigasi, KSPI mendesak agar DPR RI membentuk Panitia Kerja (Panja) Infrastruktur untuk memeriksa Presiden dan Menteri terkait pelaksanaan proyek infrastruktur yang berkali-kali memakan korban itu.

“Belum dipakai saja sudah ambruk, bagaimana jika sudah jadi dan digunakan banyak orang?,” sesal Iqbal.

Kaum buruh mengingatkan, jangan gara-gara pencitraan untuk 2019 yang seolah-olah mengejar target pembangunan infrastruktur, mengorbankan nyawa buruh.

Berikut Sembilan daftar pembangunan infrastruktur yang ambruk.

1. Pada hari Minggu tanggal 4 Februari 2018, crane pengangkut beton Proyek Double Double Track roboh di Matraman, Jakarta Timur. Mengakibatkan empat pekerja tewas dan pekerja lainnya luka-luka.

Baca Juga:  Pemkab Nunukan Gelar Konsultasi Publik Penyusunan Ranwal RKPD Kabupaten Nunukan 2025

2. Pada hari Senin tanggal 22 Januari 2018, Beton Girder Proyek LRT ambruk di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Mengakibatkan lima pekerja luka.

3. Pada hari Selasa tanggal 2 Januari 2018, Girder proyek Jalan Tol Depok-Antasari ambruk diJakarta Selatan.

4. Pada hari Kamis tanggal 16 November 2017, Crane ambruk di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 15.

5. Pada hari Rabu tanggal 15 November 2017, beton proyek Light Rail Transit ( LRT) jatuh di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur. Mobil rusak tertimpa material beton.

6. Pada hari Jumat 3 November 2017, pembatas beton proyek mass rapid transit (MRT) jatuh di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan. Menimpa motor yang sedang melaju. Pengendara mengalami luka ringan.

7. Para hari Minggu, tanggal 29 Oktober 2017. Girder tol Pasuruan-Probolinggo roboh di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Satu pekerja tewas dan dua lainnya luka.

8. Pada hari Selasa, tanggal 17 Oktober 2017 tiang proyek konstruksi Light Rail Transit (LRT) menimpa rumah warga di Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading. Tiga warga luka.

Baca Juga:  Dukung Peningkatan Ekonomi UMKM, PWRI Sumenep Bagi-Bagi Voucher Takjil kepada Masyarakat

9. Pada hari Jumat, tanggal 22 September 2017. Jembatan Tol Bocimi ambruk di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Seorang pekerja tewas dan dua lainnya luka.

Pewarta: Gendon Wibisono
Editor: Eriec Dieda

Related Posts

1 of 11