Connect with us

Ekonomi

Subsidi Beras IR 64, Anggota DPR Ini Sangsikan Pernyataan Mentan

Published

on

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi/Foto via jitu/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Subsidi Beras IR 64, Anggota DPR Ini Sangsikan Pernyataan Mentan. Baru-baru ini (20/7) Satgas Pangan melakukan penggerebek gudang beras PT Indo Beras Unggul (IBU) di Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat. Dari penggerebekan itu, ditemukan 1.161 ton beras subsidi pemerintah yang dipoleh jadi beras premium.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman yang turut hadir di lokasi mengatakan bahwa jenis beras yang digrebek, rata-rata jenis IR 64 yang disubsidi oleh pemerintah. Selanjutnya beras dipoles menjadi beras premium.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi mengaku kaget dengan pernyatan Mentan terkait jenis beras IR 64 yang disebut telah disubsidi pemerintah. Menurutnya selama ini tidak ada kebijakan pemerintah yang menetapkan beras IR 64 diberikan subsidi.

“Sejak kapan beras IR 64 ini disubsidi pemerintah? Setahu saya tidak ada tuh klausul pemerintah mensubsidi beras IR 64,” ujar Viva Yoga, dalam keterang yang diterima redaksi Minggu (23/7/2017).

Bahkan dirinya menyangsikan keberadaan beras IR 64 yang beredar saat ini. Pasalnya, kata dia sudah tidak ada lagi penjual benih beras jenis tersebut, semenjak diganti dengan varietas lain.

“Apakah benar saat ini masih ada beras IR 64? Siapa saja penjual benihnya? Bukankah sudah diganti dengan varietas lain yang lebih baru seperti Ciherang, Mekongga, Inpari dan lain-lain?” sambungnya.

Menurut anggota DPR dari Fraksi PAN ini, ia mengaku sudah tak heran lagi dengan keberadaan beras opolosan. Baginya, saat ini beras oplosan sudah beredar luas dan menjamur. Baik di pasar tradisional maupun di pasar modern sekalipun.

“Beras oplosan? Semua beras yang ada di pasar tradisional dan modern saat ini semuanya oplosan kok. Tangkap saja semuanya yaa, jangan pilih-pilih,” ungkapnya.

Baca Juga:  Mentan Klaim Stabilitas Harga Pangan Terbaik 10 Tahun Terakhir

Pewarta/Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler