Connect with us

Mancanegara

Su-30 Venezuela Usir Pesawat Pengintai EP-3 Orion AS

Published

on

Su-30 Venezuela Usir Pesawat Pengintai

Su-30 Venezuela Usir Pesawat Pengintai EP-3 Orion AS

NUSANTARANEWS.CO – Su-30 Venezuela usir pesawat pengintai EP-3 Orion. Kementerian Pertahanan Venezuela menuduh pesawat Amerika Serikat (AS) melanggar wilayah udara negara Amerika Latin itu, dan mengatakan pelanggaran itu bukan yang pertama kalinya. Menurut Departemen Pertahanan, pesawat militer AS telah mencoba melanggar wilayah udara Venezuela lebih dari 70 kali sejak awal tahun.

Pada hari Jumat (19/7), Angkatan Bersenjata Venezuela telah mengerahkan jet tempur Su-30 untuk mencegat pesawat pengintai EP-3 AS yang terbang di wilayah udara Venezuela di atas Laut Karibia, di mana jet tempur Venezuela melakukan kontak visual dengan pesawat mata-mata AS dan mengawalnya hingga meninggalkan wilayah tersebut.

Akibat insiden itu, Komando Selatan AS merilis rekaman jet tempur SU-30 Angkatan Udara Venezuela yang diklaim membayangi pesawat mata-mata EP-3 AS secara agresif dan menuding jet tempur itu membahayakan awak dan pesawat udara di atas wilayah udara internasional.

Padahal video itu jelas-jelas menunjukkan bahwa jet tempur terbang di samping pesawat AS dan keduanya tidak saling melakukan kontak, serta tidak ada yang cedera dalam insiden itu.

Menyusul insiden Jum’at tersebut, SouthCom langsung mengaitkan-ngaitkan intersep jet tempur Venezuela dengan dukungan militer Rusia terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Padahal sudah jelas pesawat pengintai Orion AS melanggar batas kedaulatan udara Venezuela.

Loading...

Militer Venezuela pun merilis video yang diambil dari kokpit Su-30 mengenai insiden Jumat, di mana jalur penerbangan pesawat pengintai Orion AS memasuki wilayah kedaulatan udara Venezuela sebelum di usir oleh Flanker.

Dalam cuitan Tweeter: “Komando Pertahanan udara Venezuela telah mencegat pesawat mata-mata EP-3E AS – yang berdasarkan pemindaian radar telah memasuki wilayah udara Maiquetia. AS jelas telah melanggar perjanjian udara internasional dan secara terang-terangan meprovokasi Republik Bolivarian Venezuela.”

Baca Juga:  Diduga Ada Beban Masa Lalu Oknum Pendukung Jokowi Terkait Penguasaan Lahan

Sejauh ini konflik AS-Venezuela masih bersifat kata-kata, namun terus meningkat setelah upaya percobaan kudeta gagal oleh kelompok oposisi bentukan Washington. Departemen Luar Negeri AS bahkan terang-terangan mengatakan bahwa Washington sedang mempertimbangkan pengalihan dana negara-negara Amerika Latin untuk menggalang dukungan bagi Juan Guaido, pimpinan oposisi Venezuela yang menyatakan dirinya sebagai Presiden Venezuela.

Presiden Maduro sendiri menyebut Guaido adalah boneka AS, dan menuduh Washington mencoba mengatur kudeta di negaranya untuk menguasai akses kekayaan minyak terbukti Venezuela yang sangat besar.

Rusia, Cina, dan puluhan negara di seluruh dunia menolak untuk mengakui Guaido, dan menuntut agar tidak ada kekuatan luar termasuk AS untuk campur tangan dalam urusan dalam negeri Venezuela.

Pada hari Minggu (21/7), Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan bahwa meskipun para spesialis militer Rusia telah menyelesaikan misi mereka di Venezuela, mereka akan kembali jika diperlukan.

Sementara AS terus menekan Presiden Maduro dengan sanksi ekonomi dan pembekuan miliaran dolar aset Venezuela di luar negeri. Dan tanpa malu-malu AS dilaporkan telah mengalihkan sebagian dana rakyat Venezuela tersebut untuk membiayai “pengkhianatan” Guaido dan kelompoknya untuk menghancurkan kedaulatan negeri Bolivarian tersebut. (Alya Karen)

Loading...

Terpopuler