Connect with us

Global

Siap Menghadapi Agresi Cina, Taiwan Beli 100 MBT M1A2 Abrams

Published

on

Taiwan Beli MBT M1A Abrams

MBT M1A2 Abrams

NUSANTARANEWS.CO – Siap menghadapi agresi Cina, Taiwan beli 100 MBT MaA2 Abrams. Seperti dilaporkan Taipei Times, bahwa Taiwan akan membeli sekitar 100 unit Tank M1A2 Abrams buatan Amerika Serikat (AS). Kesepakatan pembelian tersebut bernilai NT30 miliar (US$ 9.87 miliar) guna memodernisasi batalyon lapis baja di bawah Korps Angkatan Darat ke-6 yang ditempatkan di Taiwan utara.

Taipei Times juga mengutip bahwa dalam paket pembelian 100 Tank M1A2 Abrams tersebut, juga termasuk pelatihan dan pasokan suku cadang selama lima tahun.

Sebelumnya, rencana pembelian tank tempur AS ini telah disampaikan oleh Menteri Pertahanan Taiwan Yen Teh-fa di hadapan panel anggota parlemen pada awal Mei lalu. Tujuannya adalah untuk melawan Cina bila sewaktu-waktu melakukan agresi ke Taiwan. “Tank Abrams dapat berfungsi sebagai kekuatan kunci untuk mempertahankan pantai dan mengalahkan musuh di pantai,” kata Yen.

Meski rencana Taipei ini akan memicu ketegangan baru dengan Beijing. Namun, pemimpin pertahanan Taiwan itu percaya bahwa Taiwan harus meningkatkan kekuatan militernya ketika Cina terus meningkatkan manuver militernya di Selat Taiwan.

Yen mengaskan bahwa Taipei harus meningkatkan kesiapan militernya menyusul perluasan kegiatan militer Beijing di dekat Taiwan. Yen mencatat setidaknya sudah tiga kali satuan tempur kapal induk Angkatan Laut Cina bermanuver di dekat Taiwan. Manuver terbaru terjadi pada 19 April 2018 lalu. “Selat Taiwan sangat mungkin menggantikan Semenanjung Korea sebagai titik terpanas di wilayah ini,” ujarnya.

Baca: Kapal Induk Liaoning Milik Cina Rutin Berlayar di Selat Taiwan

Belakangan pesawat-pesawat tempur Cina juga telah meningkatkan patroli rutin di dekat wilayah teritorial Taiwan. Beijing mengklaim bahwa patroli itu adalah untuk menjaga kedaulatan integritas teritorial Cina.

Cina sampai hari ini memang tidak pernah mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat dan menganggap Taiwan sebagai bagian dari provinsinya yang membangkang. Beijing bertekad mempertahankannya, termasuk dengan cara militer bila perlu.

Menghadapi intimidasi Beijing tersebut, Taipei merasa perlu meningkatkan kekuatan militernya Bulan Maret lalu, Taiwan menyatakan ingin membeli jet tempur F-35B Lightning II versi vertikal. Rencana pembelian tersebut telah didukung oleh dua senator senior Partai Republik AS yang meminta kepada Presiden Trump untuk menjual jet tempur tersebut kepada Taiwan. Opsi lainnya adalah memberikan F-16V agar negara pulau itu dapat meng-upgrade kekuatan angkatan udaranya yang sudah mulai tua guna menghadapi ancaman dari daratan Cina.

Baca: Taiwan Tertarik Membeli F-35B Versi Vertikal di Tengah Kemarahan Cina

Sementara, Angkatan Darat Taiwan sangat membutuhkan modernisasi armada tank tempur mereka yang saat ini diperkuat seribu oleh tank M60 dan M48 buatan AS dan CM-11 Brave Tiger yang lebih modern. Oleh karena itu, Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan telah meminta pemerintah untuk menyetujui pembelian 108 tank tempur utama M1A2 Abrams buatan AS.

Pembelian MBT M1A2 Abrams merupakan bagian dari rencana jangka panjang militer Taiwan untuk mengganti alutsista lain yang telah beroperasi lebih dari 25 tahun.

Hubungan antara Beijing dan Taipei semakin memburuk sejak Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, anggota dari Partai Progresif Demokrat pro-kemerdekaan, mengambil alih kekuasaan pada Mei 2016. Beijing mencurigai pemimpin perempuan itu berusaha mendorong kemerdekaan Taiwan secara formal. (Aya)

Advertisement

Terpopuler