Connect with us

Mancanegara

Sejak KTT OKI, 4 Warga Palestina Sudah Tewas di Tangan Pasukan Israel

Published

on

Pasukan Israel menyeret warga Palestina yang menggelar aksi demonstrasi di Tepi Barat. Foto: Aljazeera

NUSANTARANEWS.CO – Kecaman dunia terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal Yerusalem tak menyurutkan aksi pasukan Israel satu per satu menembak mati warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Korban tewas akibat tertembus timah panas pasukan Israel telah bertambah menjadi empat orang warga Palestina. Israel mengeluarkan peluru mematikan guna menghadapi aksi protes warga Palestina yang tidak ingin Yerusalem dijadikan sebagai ibukota negara Yahudi tersebut.

Media lokal melaporkan, seorang warga Palestina berusia 18 tahun, Muhammad Amin Aqel A-Adam tewas setelah ditembak militer Israel pada Jumat lalu di dekat kota Ramallah di Tepi Barat. Warga Palestina juga sebelumnya di Tepi Barat tewas ditembak Israel.  Dua warga Palestina di Jalur Gaza tewas setelah ditembak oleh pasukan Israel selama demonstrasi di perbatasan.

BACA: Sejak Pengumuman Trump, Hamas Hujani Israel Dengan Roket

Protes tersebut merupakan tanggapan atas pengakuan kembali Presiden AS Donald Trump tentang Yerusalem sebagai ibukota Israel pada 6 Desember lalu.

Dilaporkan Al Jazeera, salah seorang pria terbunuh adalah Ibrahim Abu Thurayya berusia 29 tahun yang kehilangan kakinya karena diserang Israel.

Di sisi lain, pada Rabu 13 Desember lalu,  Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menggelar KTT Luar Biasa di Istanbul, Turki. OKI bersepakat menolak dan penentang Yerusalem sebagai ibukota Israel dan mengecam pengakuan Presiden Trump. Salah satu kesepakatan yang dibuat ialah OKI sepakat dengan konsep dua negara (two state solution). Dan OKI juga mendorong Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk segera mengeluarkan resolusi menolak pengakuan Amerika atas Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Sementara itu, di tengah-tengah upaya OKI menindaklanjuti kesepakatan Istanbul, Hamas dan warga Palestina telah melancarkan serangan dan aksi penolakan Israel yang berambisi melanjutkan pengakuan Presiden Trump atas Yerusalem. Bahkan saat KTT OKI baru dimulai, Israel menandainya dengan serangan udara untuk menghancurkan roket-roket yang ditembakkan Hamas yang lalu lalang di langit  Jalur Gaza. (red)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Jurnalis dan editor di Nusantara News, researcher lepas. | life is struggle and like in silence |

Terpopuler