Connect with us

Puisi

Rindu Sang Pesuling dan Sajak Debu

Published

on

rindu sang pesuling, sajak debu, kumpulan sajak, puisi-puisi, puisi karya, muhammad alamsyah, nusantaranews, sajak rindu, puisi rindu

Rindu Sang Pesuling. (Foto: Ilustrasi/kirakirademikian.com)

Rindu Sang Pesuling

Dimana kau wahai puisi
Kerinduan ini hinggap dalam nada sepi, sunyi

Buncah gelora
Ledak rasa dalam romantika

Inilah rindu sang pesuling
Luka- luka cinta seirama bunyi kolintang
Bunga- bunga duka
Sederet stanza jelma tembang nostalgia

Kusampaikan rinduku pada Evoni
Lewat landai angin tanah selatan

Loading...

Maka bernyanyilah kau dipembaringan wahai Evoni
Kutitipkan sedenting irama cinta
Diantar kicau sang pipit malam selasa
Dalam mimpimu kukalungkan rindu tiada bertepi wahai Evoni

Pangkep, 19 Juli 2019
(Catatan spontan menyimak irama suling Leo Rojas dan Rajesh Chertala)

 

Sajak Debu

I
Inilah debu
Dilusuh limbubu
Diterbang angin kapan waktu
Kuasa sebatas daki pada tubuh

Naungan siapa di bawah siang menyengat parah
Lebur dalam airmata sampah
Gulma terludahi hujan di tanah tampah
Dihempas nafas yang menelikung sumpah

Di cermin kusam
Di kafan usang
Di ranting rapuh
Di jalan berlubang senyap merangkai keluh

Antara langit dan bumi
Kembara bersama sunyi
Sungguh hilang arti
Bagai ampas polesan patung mainan anak-anak negeri

II
Terbuang
Sungguh dari kumpulannya terbuang
Membumi tanpa sentuhan kasih –sayang
Asing terasingkan bersama asinnya air lautan

Akulah debu itu, meregang nyawa dalam senja berguntur
Mandi garam langit demi nafas para angkuh
Lupa arah pulang karena malam menjebak iming- iming cahaya
Bodohnya aku o…… kehidupan

Wahai gerimis, adakah kau sudi meleburku jadi lumpur-lumpur alam dunia
Kering jadi padang bagi kaum kembara membawa luka
Jadi butiran permata berjuta kemilau cahaya
Berbagi sinar bagi kau tergores perih dalam gelap tanpa huma

Makassar, 03 Januari 2018

 

 

Baca Juga:  Politisi Demokrat Turut Berduka Atas Jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610

 

 

Penulis: Muhammad Alamsyah, lahir di Maros, 17 September 1985. Nama pena sosial media : Alamsyahdewa alam. Aktif menulis puisi, cerpen dan esai. Aktif dalam berbagai kegiatan seni- budaya. Lelaki yang akrab di sapa Alam, bergabung dalam beberapa komunitas seni sastra maya maupun nyata, dan bebagai komunitas seni rupa di Sulawesi Selatan. Karya sastranya telah banyak terbit di berbagai media cetak dan media online. Kecintaanya terhadap seni sastra tidak membuat bakatnya dalam seni rupa ( lukis) terlupakan. Giat cipta lukisan -lukisan eksperimental yang abstrak natural

Loading...

Terpopuler