Connect with us

Global

Presiden Putin Melarang Penggunaan Benih Transgenik

Published

on

Presiden Putin Melarang Penggunaan Benig Transgenik.docx

Presiden Rusia Vladimir Putin

NUSANTARANEWS.CO – Sementara AS berjuang untuk mempertahankan hegemoni dengan paksaan ekonomi dan kekuatan militer, Rusia memenangkan pertempuran untuk kesehatan rakyat dan lingkungan. Presiden Rusia Vladimir Putin telah melarang penggunaan benih transgenik dalam pertanian sehingga menjadikan Rusia sebagai pemasok makanan organik terdepan di dunia. Pertanian Rusia tetap menggunakan gaya tradisional yang dilakukan dengan metode permaculture di petak-petak kebun sederhana.

Pada tahun 2011, 40% makanan Rusia ditanam di dachas  yakni: kebun pondok atau jatah makanan, terutama secara organik. Kebun Dacha mampu menghasilkan lebih dari 80% buah-buahan di Rusia, termasuk lebih dari 66% sayuran, 80% kentang dan hampir 50% dari susu nasional, di mana sebagian besar dikonsumsi mentah.

Penulis Rusia Vladimir Megre berkomentar: Pada dasarnya, apa yang dilakukan oleh tukang kebun Rusia adalah menunjukkan bahwa tukang kebun tersebut dapat memberi makan dunia – dan Anda tidak memerlukan GMO, pertanian industri, atau gimmicks teknologi lainnya untuk menjamin setiap orang memiliki cukup makanan untuk dimakan. Ingatlah bahwa Rusia hanya memiliki 110 hari musim tanam per tahun. AS sebetulnya bisa mendapatkan hasil kebun yang jauh lebih besar.

Pertanian telah menjadi perhatian besar bagi Vladimir Putin dan para pemimpin bisnis di Rusia, khususnya yang menarik adalah munculnya pertanian dalam lingkungan organik. Putin kini berada di depan, bukan di belakang. Meskipun mereka mungkin perlu membeli traktor dan peralatan baru, Rusia memiliki banyak air, dan hamparan tanah terkaya yang luas di planet ini. Karena belum dalam produksi konstan di bawah program Big Ag, bahwa basis nutrisi alami masih ada. William Engdahl, konsultan risiko strategis dan penulis, melaporkan bahwa gandum dan biji-bijian yang diekspor dari Rusia memang organik. Juga memiliki kualitas sangat tinggi. Sementara itu, katanya, kualitas butir Heartland (AS) berada di bawah par.

Jadi, tidak juga terlalu mengejutkan bila peternakan Rusia dapat menghasilkan lebih banyak dari negara lain, termasuk dalam biji-bijian ekspor.

Putin tampaknya tidak peduli tentang memberi makan dunia, meskipun ekspornya mengalami surplus, dan jelas sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Rusia. Tapi Putin lebih mengkhawatirkan bagaimana memberi makanan yang sehat dan baik bagi rakyatnya.

Putin sadar bahwa untuk memastikan hal itu adalah menjadi negara yang memiliki kemandirian pangan total. Putin ingin mencapai itu pada 2020, karena sebagian besar makanan di Rusia adalah produk impor. Tidak diragukan lagi, iklim sangat terkait dengan itu, dan ekspor minyak dan senjata telah menjadi ekonomi utama. Tetapi minyak adalah sumber daya yang terbatas, dan makanan selalu terbarukan.

Oleh karenaa itu, Pemerintah pusat dan lokal sangat mendorong tumbuhnya pertanian kecil, sebanyak pertumbuhan industri besar. Ada minat yang besar dalam membangun ekonomi lokal, dan insentif untuk membangun sistem pangan swasembada termasuk subsidi dan pengurangan tingkat energi. Di beberapa daerah, lahan gratis tersedia bagi orang yang ingin masuk ke pertanian.

Dalam sebuah artikel bulan Oktober 2017 di The Guardian, kolumnis George Monbiot mengutip penelitian yang menunjukkan bahwa mengurangi penggunaan pestisida neonicotinoid sebenarnya dapat meningkatkan produksi, karena pestisida merusak atau membunuh penyerbuk yang bergantung pada tanaman.

Namun kekuatan perdagangan bebas internasional telah memungkinkan perusahaan-perusahaan raksasa transnasional mendikte kepala-kepala pemerintahan.

Oleh karena itu, Monbiot mengatakan kita memerlukan perjanjian global untuk mengatur pestisida dan meminta penilaian dampak lingkungan untuk pertanian. Monbiot juga menegaskan bahwa petani dan pemerintah telah ditipu secara komprehensif oleh industri pestisida global. (Aya)

Advertisement

Terpopuler