Connect with us

Hankam

Perang Melawan Narkoba, Bela Negara Sebagai Upaya Pencegahan

Published

on

Direktur CISS, M. Dahrin La Ode (Foto Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Upaya Cina menyelundupkan Narkoba 150 ton pada akhir Januari 2018 lalu menurut Direktur Eksekutif Center Institute of Strategic Studies (CISS) M. Dahrin La Ode merupakan ancaman nyata terhadap keamanan dan keselamatan Indonesia. Maka perlu upaya pencegahan. Diantaranya dengan melakukan bela negara. Menyatakan perang melawan narkoba.

“Berhubung ini adalah ancaman kemanan dan keselamatan negara Indonesia, maka upaya mencegah bisa dengan Bela Negara oleh para warga negara,” ungkap Dahrin dalam keterangannya dikutip, Selasa (13/2/2018).

Baca Juga:
150 Ton Bahan Narkoba Ditangkap, CISS: Cina Ingin Subversi Bangsa Indonesia
Cina Gagal Selundupkan 150 Ton Narkoba, IPW: Indonesia Pasar Potensial

Dahrin menambahkan, instrumen Bela Negara yang bisa digunakan adalah yang telah diajarkan oleh Kehman (Kementrian Pertahanan) RI kepada pembinaan kader Bela Negara selama ini. Ada 5 (lima) butir.

Kelima butir nilai dasar Bela Negara ini antara lain, (1) Cinta Tanah Air, (2) Sadar Berbangsa dan Bernegara, (3) Yakin akan Pancasila Sebagai Ideologi Negara, (4) Rela Berkorban Bagi Bangsa Negara, dan (5) memiliki kemampuan awal bela negara.

“Dengan demikian maka setiap warga negara Indonesia berkewajiban menyergab para pengguna, pengedar, agen dan produsen Narkoba yang ada di dalam lingkungan mereka secara bersama-sama. Uapaya seperti itu sangat mulia bagi keamanan dan keselamatan mental dan moral bangsa Indonesia yang diserang subversif Cina dengan Narkoba,” terangnya.

Baca Juga:
Ini Penilaian IPW Mengapa Cina Nekat Selundupkan 150 Ton Narkoba ke Indonesia
Narkoba Menggila, Prajurit TNI Patut Diakomodasi Masuk Jajaran BNN

Ketua Presidium Ind Police Watch Neta S Pane (7/2/2018), mengatakan para sindikat narkoba selalu nekat untuk memasukkan narkoba dalam partai besar ke Indonesia. Kasus penangkapan narkoba selalu terjadi, tapi kasus yang tidak tertangkap mungkin lebih banyak lagi. Ibarat teori gunung es, yang tertangkap hanya bagian puncaknya.

Semua ini kata Neta, terjadi akibat tidak tegasnya pemerintah dalam menyatakan perang terhadap narkoba. “Akibatnya banyak anak bangsa yang menjadi budak narkoba dan makin banyak jumlah aparatur, terutama polisi yang terlibat narkoba,” ujarnya.

 

Pewarta: Gendon Wibisono
Editor: Romandhon

Advertisement

Terpopuler