Connect with us

Hankam

Menengok Latihan Terjun Payung Prajurit Paskhas di Rokan Hulu

Published

on

Batalyon Komando 462 Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara menggelar latihan terjun payung di Bandara Tuanku Tambusasi Pasir Pangaraian Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau. (Foto: Puspen TNI)

NUSANTARANEWS.CO, Rokan Hulu – Batalyon Komando 462 Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara menggelar latihan terjun payung di Bandara Tuanku Tambusasi Pasir Pangaraian Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau. Latihan ini dipimpin langsung Danyonko 462 Paskhas Letkol Pas M. Arif Zainuddin.

Latihan ini bertajuk Terjun Penyegaran Statik dan Free Fall yang diikuti 172 penerjun dengan rincian 134 peterjun statik dan 38 peterjun free fall. Mereka merupakan atlet dan prajurit Yonko 462 Paskhas.

Adapun penerjunan dalam latihan ini menggunakan pesawat Hercules C-130 dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma.

Baca juga: 10 Ton Bantuan Kebutuhan Sehari-hari Dikirim ke Asmat Lewat Lanud Malang

Hercules C-130 adalah pesawat terbang bermesin empat turboprop sayap tinggi (high wing) produk Lockheed Martin. Pesawat C-130 merupakan salah satu andalan sejak kemerdekaan.

Pesawat C-130 ini fungsi awalnya sebagai pesawat angkut militer utama yang digunakan di berbagai belahan dunia. Dalam perkembangannya, pesawat ini digunakan untuk berbagai macam peran termasuk infanteri airborne, pengamatan cuaca, pengisian bahan bakar di udara, pemadam kebakaran udara dan ambulan udara, termasuk untuk keperluan bantuan kamanusiaan.

Pada 11 Februari lalu pesawat Hercules C-130 mengangkut 10 ton bantuan masyarakat Malang dan sekitarnya untuk Suku Asmat, Papua. Bantuan diterbangkan dari Skadron Udara 32 Pangkalan Udara (Lanud) Abdul Rachman Saleh, Malang.

Baca juga: Membangun Kebanggaan Kepada TNI, Opini Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin

Terlepas dari itu, adapaun tujuan dari latihan terjun payung prajurit Paskhas kali ini adalah untuk membina dan memelihara kemampuan para prajurit Paskhas, karena kemampuan prajurit harus selalu terasah sebagai bentuk kesiapan dalam menjalankan tugas.

“Dari latihan ini kita dapat melihat kesiapan para prajurit Yonko 462 Paskhas, sehingga kapanpun dibutuhkan Yonko 462 Paskhas dapat melakukan penerjunan, karena penerjunan ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja,” ujar Komandan Batalyon Komando 462 Paskhas Letkol Pas M. Arif Zainudin. (red/puspen)

Editor: Eriec Dieda

Komentar

Advertisement

Terpopuler