Connect with us

Hankam

Menengok Uji Fungsi Meriam Tempur GS M109A4-BE

Published

on

Meriam GS M109A4-BE 155 mm. (Foto: Dok.Milpedia/Pussenarmed)

NUSANTARANEWS.CO, Lumajang – Danpusssenarmed Brigjen TNI Dwi jati Utomo bersama rombongan tim dari Pussenarmed berkunjung ke Lumajang dalam rangka uji fungsi Meriam GS M109A4-BE 155 mm. Kedatangan rombongan disambut Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Bangun Nawoko.

Brigjen TNI Dwi Jati Utomo menyampaiakan, Artileri Medan merupakan salah satu kecabangan TNI AD dan sebagai kekuatan yang menjalankan fungsi serangan Artileri dan Bantuan Tembakan terhadap sasaran di darat maupun permukaan secara tepat dan kontinyu.

Kemudian, Danpusssenarmed mengungkapkan Pussenarmed telah memesan 18 unit meriam M109A4 155 mm. Batalyon Armed GS TNI AD kabarnya telah memiliki 20 unit meriam M109A4 155 mm.

Meriam Arbeba GS M109A4BE 155 mm Howitzer merupakan upgrade dari meriam M109A2 buatan Amerika Serikat yang dibeli pada tahun 1984-1985. Peremajaan dilakukan oleh Belgia pada tahun 2007-2008. Secara teknis kemampuannya telah diperbaharui dengan teknologi terbaru dan mempunyai daya tempur sangat dahsyat dan mobile yang tinggi.

Senjata andalan Korps Baret Coklat yang terakhir ini sekarang berada di Ditpalad untuk dilakukan pemeliharaan secara efektif dan efisien, sehingga seluruh materiil peralatan tersebut selalu dalam kondisi siap pakai guna menunjang kesiapan satuan jajaran TNI Angkatan Darat dalam melaksanakan tugas pokoknya.

Belgia sendiri kabarnya punya sekitar 127 unit M109 dari seri A2/A3 dan A4 yang totalnya ada 127 unit. Dari jumlah tersebut 64 telah di-upgrade menjadi versi A4, 20 unit diantaranya dijual ke Indonesia, dan 40 unit lainnya dijual ke Brasil.

Meriam jenis ini sebetulnya sudah lama dikenal dunia alutsista. Sebab, nama M109 sudah beroperasi dan berpengalaman di sejumlah perang seperti Perang Vietnam, Perang Teluk, Perang Irak, dan lain-lain.

Baca Juga:  Danrem 083/BDJ Menyaksikan Uji Coba Meriam GS M109A4-BE 155 MM

Terbaru, Arab Saudi juga menggunakan meriam M109 untuk menggempur kelompok Houthi Yaman yang sampai saat ini perang masih terus berkecamuk dan telah menewaskan sekitar 10 ribu nyawa dan jutaan lainnya mengungsi. (BACA: Koalisi Pimpinan Arab Saudi Masuk Daftar Hitam PBB Selama Perang di Yaman)

Terlepas dari itu, materi yang dilaksanakan dalam uji fungsi Meriam GS M109A4-BE 155 mm tersebut adalah Yonarmed roket melaksanakan bantuan tembakan dalam operasi serangan dan Yonarmed roket melaksanakan operasi serangan Artileri (Artileri Strike).

Danpusssenarmed menjelaskan, serangan Artileri (Artilleri Strike) yang merupakan suatu bentuk operasi tersendiri yang sangat menentukan dalam pertempuran, dimana terjadi pengerahan kekuatan Armed roket untuk menghancurkan musuh/instalasi (sasaran strategis) dari jarak yang sangat jauh dengan tembakan penghancuran, ketika pasukan sendiri masih berada dalam jarak yang aman atau belum terlibat dalam operasi secara keseluruhan yang dapat menimbulkan keuntungan bagi pasukan sendiri dan operasi selanjutnya.

“Mengingat persenjataan Armed saat ini semakin canggih dan modern, maka perlu diadakan revisi pembinaan fungsi Armed ke depan,” katanya.

Sekadar tambahan, Malaysia dan Thailand diketahui juga telah memiliki meriam M109A4 versi upgrade yakni M109A6 (Malaysia: 30 unit) dan M109A5 (Thailand: 20 unit). Artinya, meriam jenis ini Indonesia masih terhitung kalah baru dibandingkan Malaysia dan Thailand. (ed)

Editor: Eriec Dieda/NusantaraNews

Loading...

Terpopuler