Connect with us

Budaya / Seni

Ketika Tuhan Menjatuhkan Kita ke Bumi

Published

on

Ketika Tuhan menjatuhkan kita ke Bumi. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO)

Puisi Nuriman N. Bayan

 

AKU YATIM DAN KAU PIATU

 

Aku yatim dan kau piatu

dua nama yang kesepian

di kesendirian kita belajar

merangkak dan berdiri.

 

Aku yatim dan kau piatu

dua nama yang kesepian

di kesunyian kita belajar

memintal doa, menghayutkan segala.

 

Aku yatim dan kau piatu

dua nama, yang tidak

menyerah kepada hidup.

 

Ternate, 01 Desember 2017.

 

HARGA TUHAN

 

Ketika kau berjanji

dan tidak menepatinya

berapakah harga Tuhan bagimu?

 

Ternate, 18 Maret 2018.

KETIKA TUHAN MENJATUHKAN KITA KE BUMI

Ketika Tuhan menjatuhkan kita ke bumi
adakah kesetiaan yang sudah direncanakan?

 

atau kesetiaan adalah matahari

fajar mengajaknya bertamasya ke bumi

ketika lelah ia tertidur di pangku malam

 

atau kesetiaan adalah bulan

ia boleh dibilang bulat jika purnama

menyinari punggung bumi yang kelam?

 

atau kesetian adalah awan

jatuh menjadi hujan

mengalir ke sungai sungai

 

tumpah ke laut, setelah sampai

angin mendera, dan ia

memutuskan menjadi ombak

 

tak putus putus mencium pantaimu

pantaiku, dan kita menengadah ke langit

tapi lupa mengucapkan bahasa terima kasih.

Ternate, 2017.

 

Nuriman N. Bayan atau lebih dikenal dengan Abi N. Bayan lahir di desa Supu Kec. Loloda Utara, Kab. Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, pada 14 September 1990. Anak dari Hi. Naser Dano Bayan dan Rasiba Nabiu. Saat ini menjadi Pembina Komunitas Parlamen Jalanan Maluku Utara (Komunitas Teater) dan Komunitas Penulis Tepi. Buku puisi bersamanya, antara lain: Kita Halmahera, Kitab Puisi Penyair Maluku Utara, Mengunyah Geram, Rumah Seribu Jendela, Ombak Ombak Tepi, Soekarno dan Wong Cilik Dalam Puisi, Senja Langit Jatigede, Negeri Bahari, Senyuman Lembah Ijen, Embun-embun Puisi, Bait Kisah Musim Hujan dan pernah terbit di Majalah Simalaba, Majalah Mutiara Banten serta di beberapa surat kabar (Lampung Post, Bangka Post, Posko Malut, Kabar Harian Madura) juga terpublikasi di beberapa media online. Kini tinggal di Ternate.

Baca Juga:  Soal Enzo Allie, Guntur Romli: Jangan Sampai Ada Kol Untung Kedua!

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Loading...

Terpopuler