Connect with us

Ekonomi

Ini Kata PSI Soal Pemecatan Direktur Utama Pertamina

Published

on

Pertamina. (Wikimedia Commons)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendukung langkah pemerintah memecat Elia Massa Manik dari posisi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) dan sejumlah direksi lainnya. Selain Elia Massa Manik nama lain yang juga dicopot ialah M Iskandar, Toharso, Dwi W Daryoto dan Ardhy N Mokobombang.

Kelima pejabat Pertamina tersebut dicopot Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Pertamina (Persero) akhir pekan lalu.

Selain Direktur Utama direksi lain yang diganti pejabatnya ialah Direktur MEga Proyek Pengolahan dan Petrokimia (MPP) Pertamina (Ardhy N Makobombang), Direktur Pengolahan (Toharso), Direktur manajemen Aset (Dwi Wahyu Daryoto), Direktur Pemasaran Korporat (Muchamad Iskandar).

“Pencopotan ini sudah tepat. Tentu ada pertimbangan-pertimbangan obyektif pemerintah sebagai shareowner Pertamina dikaitkan dengan penugasan dan lain sebagainya,” kata jubir PSI Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis Rizal Calvary Marimbo melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (23/4/2018).

Rizal menilai, dirut lama tidak mampu menjaga pasokan BBM jenis Premium sehingga menimbulkan kelangkaan di berbagai tempat. Itu yang menjadi faktor utama pemecatan Elia. Sedangkan Pertamina mengatakan pencopotan tersebut erat kaitannya dengan kondisi Pertamina yang terkini termasuk beberapa kejadian di Balikpapan, proyek kilang dan kondisi keuangan perusahaan.

Namun menurut jubir PSI, pimpinan baru definitif Pertamina nantinya dipegang oleh sosok yang mampu menjaga pasokan BBM jenis Premium. “Jangan sampai terulang. Premium harus ready stock, itu tugas dia,” ucap Rizal.

Selain itu, PSI juga berharap dirut baru nantinya mampu mengawal program BBM satu harga. Sebab program ini sudah tepat untuk memberikan rasa keadilan dan mengatasi ketimpangan di berbagai harga wilayah.

“Secara komersil, Pertamina memang harus mengejar keuntungan. Tapi Pertamina juga harus menjalankan PSO (public service obligation) serta menjadi mandataris pemerintah dalam berbagai penugasan. Ini jenis kelaminnya. Jangan dilupa,” katanya.

Baca Juga:  Jokowi Gagal Bangun Perekonomian Masyarakat Perbatasan

Kementerian BUMN mengangkat Nicke Widyawati sebagai Plh Direktur Utama Pertamina. Nicke diketahui juga menjabat sebagai Direktur SDM.

Nama Nicke Widyawati mulai dikenal publik sejak masuk ke tubuh PT PLN (Persero) pada 2014. Semula Ia menjabat sebagai Direktur Perdagangan, Manajemen Risiko, dan Kepatuhan. Lalu terjadi lagi perombakan di tubuh PLN, dan Nicke menjabat sebagai Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN. (red)

Editor: Gendon Wibisono

Terpopuler