Ekonomi

Angka Kemiskinan Masih 10,12 Persen, Kemensos Target Turun Menjadi 9 Persen pada Tahun 2019

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) Hartono Laras mengatakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo kini tengah bekerja keras mengatasi berbagai masalah sosial. Salah satunya ialah kemiskinan.

Pada September 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut jumlah penduduk Indonesia yang tergolong hidup miskin mencapai 26,58 juta orang atau 10,12 persen. Angka tersebut berkurang jika dibandingkan Maret 2017 yang mencapai angka 27,77 juta orang atau 10,64 persen.

Sedangkan angka pengangguran sampai akhir 2017 menurut BPS mengalami kenaikan sebanyak 10.000 orang. Artinya, jumlah pengangguran di Indonesia kini tercatat sebanyak 7,04 juta orang di tahun 2017, naik satu angka jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7,03 juta orang.

“Sampai akhir 2019, pemerintah akan terus menekan angka kemiskinan sampai angka 9 persen,” kata Hartono dikutip dari keterangan persnya, Jakarta, Senin (23/4/2018).

Hartono mengungkapkan Kemensos memiliki sejumlah program untuk mengatasi berbagai masalah sosial, baik itu kegiatan yang terkait dengan perlindungan sosial, jaminan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, dan penanganan fakir miskin.

Baca Juga:  Entas Kemiskinan di Jatim, Gus Fawait: Gandeng Majelis Taklim

Diketahui, Kemensos menjalin kerja sama dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk bersama-sama menyelesaikan sejumlah tantangan sosial bangsa. IPDN dikenal memiliki sejumlah ahli dan pusat kajian manajemen pemerintahan, politik pemerintahan dan hukum tata pemerintahan.

Kemensos optimistis, sinergi bersama IPDN akan mampu mengatasi berbagai tantangan ini. “Bila Kemensos memiliki anggaran yang bila disinergikan dengan sumber daya luar biasa IPDN dari sisi dosen, dan mahasiswa sebagai pamong di pusat dan daerah, maka akan menjadi daya mendorong program kesejahteraan sosial,” kata Hartono.

Nota kerja sama ditandatangani Sekjen Kemensos Hartono Laras dan Rektor IPDN Ermaya Suradinata di Kampus IPDN, Jakarta, Jumat (13/4) lalu.

“Penandatanganan kerja sama ini menunjukkan adanya kesamaan visi pada kedua pihak, untuk menyatukan energi keduanya menjadi satu kekuatan,” ujar Hartono lagi.

“Kami juga yakin, kerja sama sinergis antara kedua lembaga akan sangat signifikan mempercepat program peningkatan kesejahteraan sosial,” sambungnya. (red)

Editor: Gendon Wibisono

Related Posts

1 of 16