Connect with us

Politik

Datangkan Para Pakar, Pra Kongres Boemipoetra Digelar di Yogyakarta

Published

on

Kongres Boemipoetra Nusantara. (Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Yogyakarta – Sejumlah tokoh nasional menggagas sebuah forum yang akan memperjuangkan hak-hak masyarakat pribumi, Boemipoetra Nusantara Indonesia. Forum kali ini diinisiatori oleh mantan Menteri Kehutanan era SBY, MS. Ka’ban bersama Dosen Damai dan Resolusi Konflik Unhan (Universitas Pertahanan) yang juga Direktur Eksekutif Center Institut of Strategi Studies, M. Dahrin La Ode.

Sebagai langkah awal pembentukan forum tersebut digelar seminar Pra Kongres Boemipoetra Nusantara Indonesia Bagian Barat, yang dibuka di Yogyakarta, Senin, 23 Maret 2018.

Ketua panitia acara Muhardi Zainudin mengatakan, seminar diselenggarakan bertujuan untuk mengungkap sekaligus menegaskan kembali peran, hak dan kewajiban Boemipoetra dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Muhardi menjelaskan permasalahan yang terjadi saat ini, khususnya permasalahan kesenjangan sosial dan ekonomi yang semakin tajam perlu dikritisi secara komprehensif.

“Itu sebagai upaya menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat luas bahwa Boemipoetra merupakan pendiri, pemilik dan penguasa NKRI,” ungkap Muhardi dalam keterangan persnya, di Yogyakarta.

Muhardi menambahkan, tahun 2018 ini, usia kemerdekaan Indonesia telah memasuki 73 tahun. Namun, kata dia, masih banyak persoalan yang perlu membutuhkan perhatian serius dari semua elemen masyarakat, terutama persoalan keadilan dan kesejahteraan yang justru jauh dari cita-cita pendiri bangsa.

“Ini tercermin dari penguasaan SDA yang hanya dinikmati oleh segelintir orang. Sebanyak 1 persen orang kaya di Indonesia menguasai 46 persen kekayaan Indonesia,” ungkap Muhardi.

Tak hanya itu sumber-sumber penghidupan yang strategis seperti pangan, energi, air, tanah dan finance telah dikuasai asing.

Mengenai seminar Boemipoetra kali ini, Muhardi menjelaskan adalah sesi kedua, setelah sebelumnya, sesi pertama diselenggarakan di Makassar. Seminar ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, tokoh agama, organisasi kepemudaan dan juga berbagai ormas-ormas tanah air lainnya.

Selain itu, sejumlah akademisi, praktisi dan pakar turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka antara lain adalah Prof Dr Kaelan, Prof Dr Maswadi Rauf, Prof Dr Sobar Sutisna serta Dr M Dahrin La Ode.

Dari kalangan hukum ada Prof D Yusril Ihza Mahendra. Selain itu ada Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Dr Ichsanuddin Noorsy, dan Marzuki Ali akan mengupas kebangkitan ekonomi Boemipoetra Indonesia.

Pewarta: Romandhon
Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler