Kesehatan

Infertilitas Dapat Tingkatkan Risiko Kematian Dini

NUSANTARANEWS.CO – Dilansir dari Daily Mail, sebuah penelitian menemukan bahwa infertilitas (kemandulan) dapat meningkatkan risiko wanita untuk meninggal di usia dini sebesar 10 persen.

Memiliki masalah kesuburan juga dikaitkan dengan meningkatnya kemungkinan terkena kanker payudara sebesar 43 persen serta meningkatkan kemungkinan kematian akibat Diabetes.

Sebenarnya masalah tentang efek memiliki anak dapat memperpanjang atau memperpendek kehidupan seorang wanita telah lama diperdebatkan.

Sebuah studi berpendapat bahwa hamil dan memiliki anak memang sering kali menimbulkan korban terhadap wanita.

Namun belakangan pandangan berlawanan justru tumbuh, bahwa ketidak suburan pada perempuan mungkin menjadi pertanda masalah kesehatan yang mendasar. Yang mana hal tersebut dapat memperburuk kesehatan secara keseluruhan.

Nah, hal yang akan kita bahas kali ini adalah mengenai sebuah penelitian yang turut mendukung bahwa masalah ketidak suburan pada perempuan bisa menjadi pertanda masalah hormonal. Menurut studi tersebut, ini mungkin dapat meningkatkan tingkat kematian.

Studi tersebut melibatkan wanita berusia antara 55 dan 74 yang kondisi kesehatannya dipantau, termasuk penyebab kematian mereka antara tahun 1992 hingga 2001.

Baca Juga:  Jumlah Penderita HIV/AIDS di Nganjuk Meningkat, Gunung Es Yang Harus Diselesaikan

Dalam studi tersebut wanita yang melaporkan tidak dapat hamil selama satu tahun lebih digolongkan sebagai memiliki masalah kesuburan.

Pada presentasi pertama hasil tersebut dalam konggres tahunan American Society for Reproductive Medicine di San Antonio, Texas para peneliti memaparkan bahwa temuan mereka bahwa pasien dengan infertilitas wanita memiliki risiko kematian yang lebih tinggi akibat gangguan hormon terkait seperti kanker payudara dan diabetes.

Saat masa studi mereka mencapai tahun ke tujuh, dari 11.006 wanita, 14, 5 persen di antaranya dilaporkan infertilitas. Dan mereka menemuka  dari rata-rata usia kematian adalah pada usia 74 tahun akan tetapi pada wanita-wanita dalam penepitian tersebut kematian di kalangan wanita yang tidak subur menunjukkan angka yang lebih banyak.

Adapun kesimpulan dari penelitian tersebut tentang tingginya angka kematian pada perempuan dengan infertilitas adalah bahwa wanita yang infertilitas atau tidak subur 10 lebih mungkin mengalami kematian lebih cepat dari pada wanita yang subur. Hal ini terkait dengan  tingkat kanker ovarium yang lebih tinggi atau juga kanker rahim.

Baca Juga:  Wakil Bupati Nunukan Presentasikan Evaluasi Tindak Lanjut Penurunan Stunting

Penulis: Riskiana
Editor: Romandhon

Related Posts

1 of 2