Connect with us

Politik

Gara-gara #2019GantiPresiden, Jokowi Terancam Tak Berlanjut Dua Periode

Published

on

#2019gantipresiden, elektabilitas jokowi, keterpilihan jokowi, 2019 ganti presiden populer, lsi denny ja, survei 2019 ganti presiden, pemilih loyal jokowi, bukan pemilih jokowi, pemilih lawan jokowi, nusantaranews

Hastag #2019GantiPresiden menggerus elektabilitas Joko Widodo menghadapi Pilpres 2019. (Foto: Ilustrasi/NUSANTARANEWS)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengungkapkan pemilih loyal Joko Widodo (Jokowi) masih berada di bawah 40 persen. Pemilih militan eks wali kota Solo itu hanya sebesar 32,0 persen saja. Salah satu penyebabnya ialah #2019GantiPresiden yang semakin populer.

Hal itu disampaikan LSI Denny JA melalui hasil surveinya bertajuk Pasangan Capres dan Cawapres Paska Pilkada, Jakarta, Selasa (10/7/2019).

Sementara itu, pemilih loyal lawan Jokowi mencapai angka 30,5 persen. Padahal, lawan Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang belum final, bahkan belum jelas siapa sosoknya serta belum melakukan kampanye. “Namun sudah ada 30,5 persen yang akan memilih capres lawannya Jokowi,” katanya.

Baca juga: Isu 2019 Ganti Presiden dan TKA Sukses Gerus Elektabilitas Jokowi

Ancaman ketiga yang tengah mengintai Jokowi ialah kampanye ganti presiden yang semakin populer dan disukai masyarakat.

Tingkat popularitas #2019GantiPresiden terus menanjak dari bulan Mei yang mencapai 49,8 persen menjadi 54,4 persen. “#2019GantiPresiden juga semakin disukai oleh publik yang telah mengenalnya, dari 49,8 persen (Mei 2018), paska Pilkada kini disukai 54,4 persen (Juli 2018),” ungkap LSI Denny JA.

Dengan kata lain, kampanye ganti presuiden semakin populer dan disukai masyarakat sehingga pamor dari hastag yang baru berusia sekitar tiga bulan itu semakin menanjak.

Baca juga: Lagu #2019GantiPresiden Enak Didengar!

“#2019GantiPresiden semakin dikenal, dari dikenal sebanyak 50,8 persen sebelum Pilkada (Mei 2018), paska Pilkada kini dikenal 60,5 persen,” katanya.

Survei LSI Denny JA dilakukan pada 28 Juni-5 Juli 2018 menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah responden sebanyak 1.200 dan proses pengumpulan data melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Dan margin of error kurang lebih 2,9 persen. (red/nn)

Baca juga: Nelayan dan Petani Lobster Warnai Gerakan #2019GantiPresiden

Editor: Eriec Dieda

Komentar

Advertisement

Terpopuler