Connect with us

Mancanegara

Facebook Akan Berikan Label Media Yang Dikendalikan Negara

Published

on

Facebook akan berikan label media yang dikendalikan negara.

Facebook akan berikan label media yang dikendalikan negara/Foto CNBC

NUSANTARANEWS.CO, California– Facebook akan berikan label media yang dikendalikan negara. Hal tersebut dikatakan jaringan sosial terbesar di dunia itu dalam sebuah pernyataan pada Kamis (4/6/). Fitur label tersebut akan muncul dimulai dari media milik Rusia yaitu Russia Today dan kantor berita yang dikelola pemerintah Cina, Xinhua China. Lalu pekan depan menyusul label serupa di media yang dikontrol oleh pemerintah Amerika Serikat (AS), dan selanjutnya segera diperkenalkan di negara lain.

Facebook mengatakan bahwa orang-orang harus tahu jika sumber berita yang mereka baca berasal dari publikasi yang mungkin dipengaruhi oleh pemerintah.

“Jika Anda membaca unggahan bernada protes, sangat penting Anda mengetahui siapa yang menulis artikel itu dan motivasi membuat konten tersebut. Tujuannya demi memastikan publik memahami siapa yang ada dibaliknya,” kata Kepala Kebijakan Keamanan Facebook, Nathaniel Gleicher dalam sebuah wawancara dengan CNN.

Facebook juga menyatakan bahwa akan memperhatikan sejumlah faktor untuk menentukan apakah penerbit-penerbit harus diberi label, termasuk sumber-sumber pendanaan dan pemasukannya.

Pada musim panas ini, Facebook juga akan mulai memblokir iklan dari media yang dikendalikan pemerintah di AS. Media AS melaporkan bahwa Facebook mengambil langkah tersebut adalah untuk mencegah pengaruh asing dalam debat publik menjelang pemilihan presiden negara itu pada November mendatang.

Seperti diketahui, Facebook sempat  dikecam atas tuduhan penggunaan platformnya oleh Rusia untuk mencampuri pemilihan presiden AS tahun 2016. Tidak mengherankan bila kini Facebook memberlakukan fitur label tersebut. “Perhatian kami adalah media negara menggabungkan kekuatan agenda setting media dengan dukungan strategis pemerintah,” jelas Gleicher.

Lebih jauh dikatakan bahwa Tim Facebook  kini tengah menyusun rencana untuk memblokir media-media yang terafiliasi dengan pemerintah AS yang mengunggah konten iklan yang berusaha untuk menyudutkan salah satu calon kandidat menjelang Pemilihan Presiden AS pada November 2020 mendatang.

Baca Juga:  Perusahaan Besar AS Ramai-Ramai Beralih ke Energi Terbarukan

Untuk itu, Facebook telah berkonsultasi dengan 65 ahli untuk membuat daftar kriteria media mana saja yang memang dikontrol oleh pemerintah. Kriteria-kriterianya meliputi dari mana sumber pendanaan, transparansi editorial, struktur kepemilikan dan tata kelola, mekanisme akuntabilitas internal serta konfirmasi independensi dari pihak ketiga. (Alya Karen)

Loading...

Terpopuler