Connect with us

Ekonomi

Perusahaan Besar AS Ramai-Ramai Beralih ke Energi Terbarukan

Published

on

Energi baru terbarukan. (Foto via waterandenergy/Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO – Baru-baru ini tepatnya 19 September 2017 lalu beberapa perusahaan besar AS ramai-ramai menandatangani kontrak untuk membeli lebih dari 2000 megawatt energi terbarukan. Menurut Business Renewables Center pembelian ini naik hampir 30 persen dari tahun lalu. Dari yang hanya 70 megawatt pada tahun 2012 menjadi 2000 megawatt.

Business Renewables Center mencatat lebih dari 100 perusahaan besar di seluruh dunia yang banyak berbasis di Amerika Serikat, telah berjanji untuk membeli energi terbarukan yang cukup untuk mencocokkan 100 persen kekuatan yang mereka gunakan.

Untuk mencapai hal ini, banyak perusahaan membeli tenaga surya, angin atau tenaga terbarukan lainnya langsung dari pemasok. Peserta di VERGE17 di Santa Clara, California. Pada pekan ini mereka membahas berbagai usaha yang mudah diperbaharui.

Alphabet’s Google misalnya mengatakan bahwa mereka membeli cukup energi terbarukan tahun ini untuk mencocokkan listrik yang digunakan oleh semua kantor dan pusat data di seluruh dunia. Begitupun dengan Facebook juga tengah menyasar energi baru terbarukan. Ini dilakukan Facebook guna menyesuaikan pemaksimalan penggunaan kebutuhan pada tahun 2018.

Direktur Sustainability Facebook Bill Weihl pada hari Selasa 19 September 2017 lalu mengatakan bahwa membeli energi bersih bisa jadi tantangan, karena aturan pasar tenaga di banyak tempat tidak memungkinkan. Jadi Facebook bekerja sama dengan perusahaan lain dan organisasi non-pemerintah untuk menghitung pembelian energi terbarukan.

“Saya ingin melihat ini menjadi norma,” Weihl menambahkan. Dia menyarankan agar perusahaan yang tertarik untuk membeli energi terbarukan menghubungi Aliansi Pembeli Energi Terbarukan.

“Perusahaan seperti Facebook yang menggunakan banyak tenaga harus melampaui pemasangan panel surya di properti mereka karena generasi on-site tidak menghasilkan daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka,” sambungnya.

Baca Juga:  Aman dan Nyaman Gunakan Facebook, Begini Caranya

Editor: Romandhon

Terpopuler