Connect with us

Mancanegara

Ekspor Alat Pertahanan Rusia Capai 15,3 Miliar Sepanjang 2017

Published

on

Presiden Rusia, Vladimir Purin. (Getty Images)

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Pertahanan Amerika Serikat dan Menteri Pertahanan NATO protes atas kemajuan persenjataan Rusia selama beberapa dekade belakangan. Menurut mereka, Rusia berpotensi melanggar perjanjian Angkatan Darat Tingkat Menengah (INF) sehingga Moskow diminta tak mengabaikan perjanjian tersebut.

Dewasa ini, kemajuan persenjataan Rusia memang cukup mengejutkan. Kabar terbaru, Rusia berhasil meraup 15,3 miliar dolar AS dari hasil ekspor senjata dan peralatan militernya. Angka tersebut merupakan hasil penjualan persenjataan Rusia ke berbagai negara di dunia selama Januari-September 2017.

BACA JUGA: AS Resah dengan Kemajuan Persenjataan Rusia

Baru-baru ini, Rusia dan Turki menandatangani kesepakatan mencapai 2 miliar dolar untuk pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia. Senjata S-400 ini diketahui banyak diminati sejumlah negara di antaranya China, India, Suriah, Iran, Irak dan terbaru Arab Saudi. Dan ini juga sekaligus menegaskan bahwa produk alutsista Rusia telah banyak diminati di seluruh dunia.

Rusia meraup keuntungan besar dari penjualan peralatan persenjataannya tahun 2017 ini. Berdasarkan portofolio pesanan untuk kerjasama teknik militer, seperti diktakan Vladimir Putin dalam sebuah pertemuan komisi kerjasama militer-teknis Rusia dengan negara-negara asing baru-baru ini, melampaui 45 miliar dolar AS.

“Berdasarkan rencana 2017, pengiriman ekspor akan mencapai angka 15,3 miliar dolar AS,” kata Putin.

Alhasil, industri pertahanan Rusia, kata dia, selama beberapa tahun terakhir ekonomi dan keuangannya stabil dan menguat. Selain itu, potensi teknologi dan produksi pun telah meningkat tajam yang sekaligus membantu mendorong ekspor dan meningkatkan kualitas mereka. (ed)

Editor: Eriec Dieda/NusantaraNews

Loading...

Terpopuler