Hukum

Bersaksi, Dua Terdakwa e-KTP Akui Miryam Minta Uang Kepadanya

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Dua terdakwa e-KTP (Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik) Irman dan Sugiharto menjadi saksi di sidang Miryam S Haryani. Miryam merupakan terdakwa pemberian keterangan palsu di sidang kedua orang tersebut.

Dalam kesaksiannya, Sugiharto mengatakan bahwa Miryam yang merupakan Politikus Partai Hanura pernah memintanya uang terkait proyek pengadaan e-KTP. Permintaan uang itu untuk keperluan reses anggota DPR RI.

“Untuk reses Anggota DPR RI yang mulia,” ucap Sugiharto.

Majelis hakim pun heran dengan Sugiharto yang menyediakan uang untuk anggota dewan itu. Sugiharto menuturkan, saat itu Kemendagri adalah mitra kerja Komisi II.

“Apa kaitannya dengan bapak? Kok peduli amat sampai mau memberikan uang?” tanya Jhon.

“Ya tanggung jawab saya mencarikan, atas permintaan Pak Irman,” jawab Sugiharto.

Sugiharto melanjutkan, dirinya sempat tiga kali mengantarkan uang ke rumah Miryam yang berada di Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Uang yang diserahkan sejumlah US$ 500 ribu, US$ 100 ribu, dan Rp 1 miliar.

Baca Juga:  Kembali Marak, Polda Jawa Timur Diminta Upaya Paksa Tertibkan Galian C di Mojokerto

Sementara, pada penyerahan uang yang keempat kalinya, Sugiharto mengaku memerintahkan anak buahnya, Yosep Sumartono. Uang yang diantarkan Yosep senilai Rp1 miliar.

Soal penyerahan uang kepada Miryam dikonfirmasi oleh hakim kepada Irman. Mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil itu mengatakan, permintaan uang itu awalnya diminta oleh Ketua Komisi II Chairuman Harahap untuk keperluan reses.

Saat itu Irman mengaku menolak permintaan Chairuman, lantaran tidak pernah mau berurusan dengan uang. Ia pun mengarahkan Chairuman untuk meminta uang kepada Andi Narogong, pengusaha swasta sekaligus rekanan Kemendagri yang diduga menjadi pihak yang mengatur kemenangan tender proyek e-KTP.

“Setelah itu, beberapa minggu kemudian, Miryam menghubungi saya untuk hal yang sama, karena sudah diperintah oleh ketua (Chairuman),” ujar Irman.

Reporter: Restu Fadilah
Editor: Romandhon

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 36