Connect with us

Ekonomi

AS Telah Lolos Dari Beban Pukulan Perang Dagang

Published

on

Perang Dagang

NUSANTARANEWS.CO – Amerika Serikat (AS) telah lolos dari beban pukulan perang dagang dengan Cina. Meskipun ekuitas dan komoditas perdagangan AS terpukul pada hari Senin (13/5) akibat ketegangan perang dagang AS dan Cina yang terus meningkat. Namun anjloknya bursa saham New York pada hari Senin, menurut para pengamat merupakan peristiwa langka. Seperti diberitakan, anjloknya bursa saham New York terjadi setelah Cina mengumumkan kenaikan bea masuk baru terhadap produk AS. Akibatnya, bursa saham Eropa pun terkena imbas penurunan. Padahal, kondisi pasar belakangan ini telah mulai menguat sejak pelemahan Desember tahun lalu, demikian menurut analisis Forbes.

Dalam kemerosotan terburuk selama perdagangan Senin, Dow Jones telah kehilangan lebih dari 700 poin atau 2,8%, S&P turun lebih dari 70 poin (sekitar 2,5%) dan tampaknya berada di jalur untuk hari terburuknya pada 2019, dan Nasdaq telah kehilangan 276 poin, atau hampir 3,5%.

Cina telah mengumumkan tarif balasan senilai US$ 60 miliar dalam ekspor AS yang sebagian besar merupakan produk pertanian, termasuk gandum, ayam, dan gula — menyusul putaran tarif baru AS lainnya yang diumumkan minggu lalu, yang menaikkan bea bea masuk senilai US$ 200 miliar – dari ekspor Cina. Peningkatan tarif dari 10% menjadi 25%. AS juga mengenakan tarif tambahan sebesar 25% untuk barang senilai US$ 300 miliar.

Pengenaan tarif baru ini merupakan iterasi terbaru dari konflik yang terjadi selama hampir 18 bulan ini – dan pembicaraan perselisihan dagang kedua negara yang berlangsung pada Jum’at lalu pun berakhir tanpa resolusi.

Loading...

Menurut catatan penelitian kepala strategi global JPMorgan Funds David Kelly, “AS tampaknya telah berjalan melewati dampak tarif ini – karena ketergantungan AS terhadap ekspor lebih kecil, sebagian karena stimulus besar yang disediakan oleh Undang-Undang Pajak 2017.

Baca Juga:  Rakernas ke-IV, PPP Usung Revitalisasi Untuk Indonesia dan Berkeadilan

Senada dengan itu, kepala investasi Clarfeld Financial Advisors Michael Hans mengatakan bahwa, kemungkinan besar pasar AS telah lolos dari beban pukulan perang dagang. Pergerakan pasar yang mengejutkan ini mungkin merupakan peristiwa langka, atau mungkin merupakan awal dari equlibrium baru. “Pasar sedang mencoba menentukan berapa banyak volatilitas yang akan menjadi permanen,” kata Michael Hans.

Hans juga menambahkan bahwa meskipun berita utama terlihat suram, namun jual-beli di lantai NYSE mungkin tidak separah kelihatannya. “Kita harus menyadari fakta bahwa pasar telah berjalan baik dalam setahun terakhir dan beberapa berada dalam persentase tertinggi mereka,” kata Hans. (Alya Karen)

Loading...

Terpopuler