Connect
To Top

Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2017

NUSANTARANEWS.CO – Dalam rapat kerja dengan Banggar DPR RI yang juga dihadiri oleh Menteri Bappenas RI, Menteri Hukum dan HAM serta Gubernur Bank Indonesia, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa ekonomi Indonesia berada di posisi nomor 3 terbaik di dunia.

Ditengah banyak negara maju yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonominya, Indonesia justru menatap tahun depan dengan lebih optimis. Menurut Sri Mulyani, proyeksi pertumbuhan ekonomi negara maju tahun 2017 menurun terus dalam update yang dilakukan setiap 3 bulan tahun ini. Di bulan Januari 2017, menurut Sri Mulyani, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan oleh negara-negara maju cukup bagus. Tapi pada update berikutnya di bulan April dan Juni mengalami tren penurunan di negara-negara maju.

Oleh karena itu, Sri Mulyani mengatakan ekonomi Indonesia diantara negara-negara anggota G20 merupakan the best 3 dari segi level of growth. Dan dari sisi stimulus fiskal, Sri Mulyani melihat banyak sekali defisit yang terjadi di beberapa negara maju. Seperti negara Jepang yang utangnya 2 kali lebih besar  daripada PDB-nya, demikian juga utang  Amerika Serikat diproyeksikan naik 90% pada 10 tahun mendatang.

Bila melihat proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2016 yang diasumsikan oleh pemerintah dalam APBN Perubahan 2016, pertumbuhan ekonomi year on year berkisar di 5,2%. Artinya sudah sejalan dengan proyeksi pemerintah sebelumnya. Dan untuk pertumbuhan ekonomi di tahun 2017, pemerintah menargetkan dalam APBN 2017 pertumbuhan akan berada di kisaran 5,3%. Posisi pertumbuhan yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2017 tersebut sama dengan proyeksi pertumbuhan yang diperkirakan Bank Indonesia (BI), dimana untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2017 ada dalam kisaran 5,1- 5,5%. Sebelumnya BI pernah memproyeksikan pertumbuhan tahun 2017 berada dalam kisaran  5,2-5,6%.

Namun dalam rapat kerja membahas RAPBN 2017 di gedung DPR RI pada Kamis malam (1/9), Menteri Keuangan Sri Mulyani merevisi target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2017 menjadi 5,2%. Menkeu juga menyampaikan proyeksi untuk konsumsi rumah tangga 5,1%, konsumsi pemerintah 4,8% dan pembentukan modal tetap bruto  sebesar 6,1%.

Sebagai informasi, pemerintah dalam  RAPBN 2017 mengajukan asumsi makro seperti pertumbuhan ekonomi berada di 5,3%, tingkat inflasi 4%, nilai tukar rupiah 13.300/US$ dan untuk SPN 3 bulan sebesar 5,3%.(banyu)

Komentar