Aksi menyemen kaki Rakyat dari Pegunungan Kendeng sejak 13 Maret 2017/Foto: Dok. Pribadi
Aksi menyemen kaki Rakyat dari Pegunungan Kendeng sejak 13 Maret 2017/Foto: Dok. Pribadi/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pemasungan kaki kembali dilakukan oleh para petani kendeng di depan istana sebagai bentuk protes mereka terhadap pembangunan pabrik semen di pegunungan kendeng.

Aksi menyemen kaki ini dilakukan sejak 13 Maret 2017 sampai sekarang. Saat ini sudah lebih dari 50 petani asal kendeng yang menyemen kakinya.

Sekretaris Jenderal LMND, Arif hidayatullah menyebut, penolakan ini dilakukan karena dipegunungan tersebut terdapat ratusan mata air yang menjadi sumber air bagi ribuan warga dan ribuan hektare sawah. Juga akan menimbulkan debu dan merusak ekosistem alamiah di daerah tersebut.

Kabarnya PT. Semen indonesia, tambah Arif, juga akan melakukan penebangan hutan yang tidak sesuai dengan perda no 14 tahun 2011 tentang RT/RW Rembang bahwa kawasan hutan kadiwono,tidak diperuntukan sebagai kawasan industri.

Sebelumnya, kata dia, masyarakat telah memenangkan perkara ini di Mahkamah Agung (MA)melalui Peninjauan Kembali (PK)pada tanggal 5 Oktober 2016, menyatakan pembatalan surat gubernur Jawa Tengah tentang Izin Lingkungan kegiatan penambangan oleh PT. Semen Gersik tbk di Kab. Rembang.

“Namun Gubernur Jateng kembali mengeluarkan SK baru tentang izin lingkungan kegiatan penambangan bahan baku semen dan pembangunan serta pengoprasian pabrik semen di Rembang. Para wakil rakyat pun tidak ketinggalan untuk ikut mendukung pembangunan pabrik semen,” kata Arif dalam keterangannya, Senin (20/3/2017).

Ditambahkan Arif, pemerintah pusat juga seperti mengamini adanya pabrik semen di rembang. Hal itu terlihat dari kunjungan langsung pada 17 Maret lalu oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno dengan menargetkan pabrik semen tersebut akan diresmikan oleh presiden kokowi pada April 2017. Padahal sebelumnya, Jokowi mengatakan akan menghentikan pembangunan Pabrik semen tersebut.

“Atas dasar uraian di atas, kami dari Liga Mahasiswa Nasional untuk demokrasi (LMND) mendukung perjuangan petani kendeng untuk menolak keberadaan PT. Semen Indonesia di pegunungan kendeng. Karna kami menilai, pembangunan pabrik semen tersebut hanya akan menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat sekitar. Kita bisa hidup tanpa semen, tapi kita akan Mati tanpa Air dan Nasi,” kata Arif menuntaskan. (rep/rsk)

Editor: Sulaiman

Komentar